Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP)

WHO: Dunia Dapat Mulai Mimpikan Akhir dari Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona WHO pandemi covid-19 vaksin covid-19
Willy Haryono • 05 Desember 2020 17:04
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, hasil-hasil positif dari uji klinis vaksin virus korona (covid-19) dapat diartikan bahwa dunia "sudah bisa mulai memimpikan akhir dari pandemi." Namun ia menekankan bahwa negara-negara kaya tidak boleh menginjak-injak kelompok miskin dan terpinggirkan dalam hal penyediaan vaksin covid-19.
 
Berbicara dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pandemi, Tedros mengingatkan bahwa meski covid-19 dapat dihentikan, tapi "jalan ke depan masih penuh dengan tantangan."
 
Menurut Tedros, pandemi covid-19 telah memperlihatkan sisi baik dan buruk dari kemanusiaan. Ia melihat ada banyak langkah-langkah penuh kasih sayang dan pengorbanan dalam penanganan covid-19 di kancah global. Namun di waktu bersamaan, ia juga melihat tanda-tanda keegoisan, perilaku saling menyalahkan, dan perpecahan di tengah pandemi saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat sains tenggelam oleh teori konspirasi, saat solidaritas dirusak perpecahan, dan saat pengorbanan digantikan oleh kepentingan pribadi, maka virus (covid-19) dapat berjaya dan menyebar," ujar Tedros, dilansir dari laman tvnz.co.nz pada Sabtu, 5 Desember 2020.
 
Meski vaksin dinilai dapat mengakhiri pandemi, Tedros memperingatkan bahwa hal itu tidak akan mampu mengatasi berbagai masalah utama di dunia, yakni kemiskinan, kelaparan, kesenjangan, dan perubahan iklim. Ia ingin masalah-masalah utama itu ditangani saat pandemi covid-19 berakhir.
 
Mengenai vaksin, Tedros sekali lagi menekankan bahwa produk tersebut harus disalurkan secara merata ke masyarakat di semua negara. Ia tidak ingin vaksin covid-19 menjadi komoditas swasta yang dapat memperlebar jurang kesenjangan.
 
Ia khawatir program ACT-Accelerator dari WHO untuk mendistribusikan vaksin "hanya akan menjadi gestur belaka" tanpa adanya pendanaan baru dari negara-negara donor.
 
Tedros mengatakan, dana sekitar Rp60 triliun dibutuhkan untuk membuat semacam landasan dalam penyaluran vaksin covid-19 secara merata di kancah global. Dana tambahan dari sekitar separuhnya dari itu dibutuhkan untuk 2021.
 
Perusahaan obat Pfizer dan Moderna sudah mengajukan proposal penggunaan darurat covid-19 ke beberapa negara. Inggris menjadi negara pertama yang mengeluarkan izin penggunaan vaksin Pfizer, sementara Amerika Serikat masih harus menanti sekitar sepekan lebih lagi, menurut keterangan Wakil Presiden Mike Pence.
 
Baca:  Inggris Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 dari Pfizer
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif