Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai kehilangan kendali. Foto: AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai kehilangan kendali. Foto: AFP

Oposisi Prancis: Macron Kehilangan Kendali

Internasional Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron Recep Tayyip Erdogan
Fajar Nugraha • 27 Oktober 2020 17:56
Paris: Perilaku Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait isu kartun Nabi Muhammad dan menanggapi kecaman dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dinilai tidak sesuai oleh pihak oposisi.
 
“Presiden Emmanuel Macron telah benar-benar kehilangan kendali atas situasi" dalam perselisihannya dengan Turki terkait Islamofobia,” kata pemimpun gerakan France Unbowed dan anggota parlemen dari wilayah Mediterania, Jean-Luc Melenchon.
 
Baca: Imbas Kartun Nabi, Prancis Peringatkan Warganya di Indonesia Terkait Ancaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya mendukung Macron beberapa kali tetapi itu sudah berakhir, dan tidak akan mendukung Macron dalam perselisihannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan,” tegas Melenchon, kepada radio Prancis, Inter, yang dikutip Anadolu, Selasa 27 Oktober 2020.
 
“Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah diam,” katanya.
 
"Tadi malam, Presiden, dengan alasan yang tidak ada di antara kita yang bisa mengerti, menyebar melalui serangkaian tweet, benar-benar kehilangan kendali atas situasi," imbuh Melenchon.
 
Dia menambahkan bahwa Macron sebaiknya memikirkan tentang apa strateginya nantinya: “Prancis direndahkan, dihina, dan diejek, apa yang ingin dia lakukan, selain tweet?"
 
Dia mengatakan Macron telah mengecap gerakannya sebagai "kiri Islam" atau "Islam-kiri."
 
Macron sebelumnya menggambarkan Islam sebagai agama ‘dalam krisis’ dan mengumumkan rencana untuk undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya ‘separatisme Islam’ di Prancis.
 
Dia mengutuk pembunuhan seorang guru bahasa Prancis yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas, tetapi mengatakan Prancis "tidak akan melepaskan kartun kami."
 
Beberapa negara Arab, serta Turki, Iran, dan Pakistan, mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam. Erdogan sendiri mengatakan pada hari Minggu bahwa pemimpin Prancis membutuhkan ‘perawatan mental’.
 
Setelah pernyataan Erdogan, Prancis memanggil kembali duta besarnya untuk Turki.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif