Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP / Sputnik)
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP / Sputnik)

Rusia Tidak Berharap Ada Terobosan dalam Pertemuan Virtual Putin-Biden

Internasional Amerika Serikat vladimir putin rusia joe biden Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 07 Desember 2021 21:39
Moskow: Rusia tidak berharap adanya terobosan dalam pertemuan virtual antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa, 7 Desember 2021. Pembicaraan ini akan berfokus pada isu ketegangan di perbatasan Ukraina.
 
"Kami tidak berharap ada terobosan dari dialog ini. Ini adalah dialog kerja yang berlangsung di periode yang sangat sulit," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada awak media di Moskow.
 
Peskov mengatakan pertemuan virtual ini mendemonstrasikan bahwa meski pun Rusia dan AS memiliki banyak perbedaan, kedua presidennya tetap bersedia untuk berdialog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin menjalin hubungan baik yang dapat diprediksi dengan AS," tutur Peskov, dilansir dari Anadolu Agency. Ia menambahkan, Putin bersedia untuk mendengarkan apapun keluh kesah Biden, termasuk mengenai ketegangan di perbatasan Ukraina.
 
"Namun, dialog harus berjalan dengan semangat saling menghormati," tutur Peskov.
 
Baca:  Presiden Ukraina Yakin Pasukannya Mampu Menghalau Serangan Rusia
 
Ia menolak berkomentar mengenai pernyataan terbaru Kementerian Pertahanan Ukraina yang menuduh Rusia melakukan provokasi militer di perbatasan. Peskov hanya menegaskan bahwa Rusia tidak berencana menyerang negara lain.
 
Saat ditanya seputar wacana penjatuhan sanksi ekonomi dari AS kepada Rusia, Peskov tidak berkomentar banyak karena belum mendapat konfirmasi pasti mengenai langkah tersebut.
 
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Ukraina sengaja menghasut Washington agar menentang Moskow menjelang pertemuan Putin-Biden. "Kita lihat saja seperti apa dialog (Putin-Biden) nanti," sebut Lavrov.
 
"Terlepas dari perbedaan interpretasi Protokol Minsk 2014, Rusia mencari dukungan AS dalam menyelesaikan krisis Ukraina. Kini isu ini sangat tergantung dari AS, karena Ukraina tidak mau mendengar siapapun kecuali Washington," sambungnya,
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif