Salah satu peti mati dari keluarga Muslim Kanada yang dibunuh Nathaniel Veltman. Foto: AFP
Salah satu peti mati dari keluarga Muslim Kanada yang dibunuh Nathaniel Veltman. Foto: AFP

Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa Terorisme

Internasional terorisme Kasus Pembunuhan ujaran kebencian kanada ekstremisme
Renatha Swasty • 15 Juni 2021 08:06
Ottawa: Pelaku pembunuhan terhadap keluarga Muslim di Kanada menghadapi tuduhan terorisme. Dakwaan muncul setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris yang dimotivasi oleh kebencian."
 
Baca: Warga Kanada Kenang Pembunuhan Keluarga Muslim dengan Pawai Lintas Agama.
 
“Tersangka pembunuhan yang berusia 20 tahun itu, sekarang menghadapi tuduhan terorisme setelah ia membunuh keluarga Muslim dengan sebuah truk awal bulan ini,” kata jaksa pada Senin 14 Juni 2021, yang dikutip dari DW pada Selasa 15 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan terhadap sebuah keluarga berlatar belakang Pakistan di kota London, Ontario, menewaskan seorang pria berusia 46 tahun, istrinya yang berusia 44 tahun serta putri mereka yang berusia 15 tahun, dan seorang nenek berusia 74 tahun. Satu keluarga itu diketahui tengah menikmati jalan-jalan sore pada 6 Juni.
 
Keajaiban menyelimuti putra pasangan itu yang berusia sembilan tahun. Dia selamat dari serangan itu, meskipun terluka parah.
 
"Jaksa agung federal dan provinsi memberikan persetujuan mereka untuk memulai proses terorisme, menuduh bahwa pembunuhan dan percobaan pembunuhan juga merupakan kegiatan teroris," kata Royal Canadian Mounted Police tentang tuduhan tersebut.
 
Pihak berwenang mengatakan tersangka pelaku, Nathaniel Veltman, melakukan pembunuhan dengan sengaja dan menargetkan warga Muslim.
 
Nathaniel Veltman menghadapi empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama selain tuduhan terorisme. Pelaku juga menghadapi satu tuduhan percobaan pembunuhan.
 
Tersangka tidak memiliki latar belakang kriminal atau diketahui memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis. Dia mengatakan kepada pengadilan pada Senin bahwa dia belum memiliki pengacara. Tersangka dijadwalkan untuk muncul di pengadilan lagi pada 21 Juni.

Mengutuk serangan

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada House of Commons baru-baru ini bahwa pembunuhan itu adalah "serangan teroris, dimotivasi oleh kebencian, di jantung salah satu komunitas kami."
 
"Sangat penting bagi kami untuk menyebutnya sebagai aksi teror dan penting bagi kami untuk mengidentifikasi ancaman mengerikan yang ditimbulkan supremasi kulit putih terhadap Kanada dan Kanada," ujar Wakil Perdana Menteri Chrystia Freeland dalam menanggapi tuduhan terorisme baru.
 
Kelompok advokasi Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) menyebut tuduhan baru itu sebagai "perkembangan penting dalam kasus ini."
 
"Kami tidak akan pernah terintimidasi oleh aksi teror dan Islamofobia," tambah NCCM.
 
Kanada telah mengalami kekerasan anti-Muslim di masa lalu. Seorang pria berusia 27 tahun menembaki jamaah di sebuah masjid di Kota Quebec pada 2017, menewaskan enam orang dan menyebabkan lima lainnya terluka parah.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif