Jubir Kemenlu AS Ned Price bahas indikasi negaranya cabut sanksi Iran. Foto: AFP.
Jubir Kemenlu AS Ned Price bahas indikasi negaranya cabut sanksi Iran. Foto: AFP.

AS Isyaratkan Cabut Sanksi Atas Iran

Internasional amerika serikat nuklir iran iran as-iran
Marcheilla Ariesta • 08 April 2021 18:11
Washington: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan kesediaan untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang 'tidak sesuai' dengan kesepakatan nuklir 2015. Meski demikian, mereka tetap menerapkan syarat untuk Teheran.
 
"Kami siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali mematuhi JCPOA (kesepakatan nuklir Iran 2015), termasuk dengan mencabut sanksi yang tidak sesuai kesepakatan," kata Juru Bicara Kemenlu AS, Ned Price, dilansir dari Business Insider, Kamis, 8 April 2021.
 
Namun, ia tidak menuturkan sanksi apa yang akan dicabut. Sementara itu, Gedung Putih tidak memberikan komentar atas hal ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Price muncul ketika para pejabat AS dan Iran berpartisipasi dalam pembicaraan tidak langsung di Wina, Austria, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pakta nuklir.
 
Di Wina, Austria, AS dan Iran sepakat untuk membentuk kelompok kerja dengan tujuan membawa kedua belah pihak kembali mematuhi kesepakatan secara sinkron. Perjanjian ini dipandang oleh para ahli sebagai tanda kemajuan dalam hal pemulihan kesepakatan, meskipun bersifat bertahap.
 
Baca juga: Iran Menolak Proposal AS untuk Cabut Sanksi Secara Bertahap
 
"Ini adalah langkah positif yang penting, tapi tidak mudah untuk kembali ke JCPOA," ucap Direktur Keamanan Timur Tengah di Pusat Keamanan Amerika di Washington, Ilan Goldenberg.
 
"Ini akan memakan waktu dan negosiasi yang sulit. Akan lebih baik jika AS dan Iran bisa berbicara langsung, tapi tetap saja, kemajuan itu penting," imbuhnya.
 
Kesepakatan nuklir 2015 dirancang untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Imbalannya yakni keringanan sanksi ekonomi.
 
Namun, pada 2018 mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari JCPOA. Ia bahkan memberlakukan kembali sanksi kepada Teheran.
 
Iran marah dan peristiwa ini meningkatkan ketegangan kedua negara. Langkah AS ini membawa kekhawatiran akan adanya perang baru di Timur Tengah.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif