Pil anticovid Molnupiravir buatan Merck & Co. Foto: Merck & Co.
Pil anticovid Molnupiravir buatan Merck & Co. Foto: Merck & Co.

Puluhan Perusahaan Produksi Pil Covid-19 Merck untuk Negara Miskin

Internasional merck covid-19 Obat Covid-19 Molnupiravir
Renatha Swasty • 21 Januari 2022 06:34
Brussels: Sebuah badan yang didukung PBB mencapai kesepakatan dengan hampir 30 pembuat obat generik untuk membuat versi murah pil covid-19, Molnupiravir keluaran Merck & Co. Pil versi murah ini akan digunakan untuk negara-negara miskin yang dapat memperluas akses ke obat yang dilihat sebagai senjata dalam memerangi pandemi covid-19.
 
Menurut hasil uji klinis, pil antivirus, yang pada Desember menerima persetujuan darurat di Amerika Serikat (AS), mengurangi rawat inap dan kematian pasien berisiko tinggi sekitar 30 persen.
 
Kesepakatan tersebut, yang dinegosiasikan oleh Medicines Patent Pool (MPP) yang didukung PBB dengan Merck, akan memperluas produksi dengan meningkatkan jumlah perusahaan yang akan memproduksi obat tersebut. Sebelumnya Merck menandatangani perjanjian lisensi dengan delapan pembuat obat India pada Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian baru memungkinkan 27 pembuat obat generik dari India, Tiongkok dan negara-negara lain di Afrika, Asia dan Timur Tengah untuk memproduksi bahan dan obat jadi.
 
“Kesepakatan itu menetapkan pil itu akan didistribusikan ke 105 negara kurang berkembang,” sebut MPP, seperti dikutip AFP, Jumat 21 Januari 2022.
 
Seorang juru bicara kemudian mengatakan pengiriman dari beberapa perusahaan yang tercakup dalam kesepakatan dapat dimulai pada awal Februari.
 
Satu resep Molnupiravir berisi 40 pil selama lima hari diperkirakan menelan biaya sekitar USD20 (sekitar Rp286 ribu) di negara-negara miskin,” seorang pejabat MPP yang terlibat dalam pembicaraan dengan pembuat obat itu.
 
Angka itu jauh di bawah USD700 (sekitar Rp10 juta) per resep yang Amerika Serikat setujui untuk membayar pengiriman awal 1,7 juta resep. Tetapi harga itu dua kali lebih tinggi dari perkiraan pertama oleh program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pengadaan obat-obatan dan vaksin covid-19 dunia.

Tanpa royalti

Pengembang Molnupiravir, yang bersama Merck adalah perusahaan AS Ridgeback Biotherapeutics dan Emory University, tidak akan menerima royalti untuk penjualan pil versi murah ini.
 
Beximco Pharmaceuticals dari Bangladesh, Natco Pharma dari India, Aspen Pharmacare Holdings dari Afrika Selatan, dan Fosun Pharma dari Tiongkok adalah di antara perusahaan obat generik yang akan memproduksi produk jadi.
 
Perusahaan lain, termasuk Laboratorium Dr Reddy India, telah membuat kesepakatan sebelumnya dengan Merck untuk produksi molnupiravir. Dr Reddy akan menjual Molnupiravir dengan harga 1.400 rupee (sekitar Rp269 ribu) per resep.
 
Juru Bicara MPP mengatakan, belum ada perkiraan pasti tentang kemungkinan output dari pembuat obat generik yang dicakup oleh kesepakatan itu. Tetapi permintaan negara-negara miskin diperkirakan sebagian besar akan tercakup.
 
MPP bekerja untuk meningkatkan akses ke obat-obatan yang menyelamatkan jiwa bagi negara-negara miskin. Mereka juga memiliki perjanjian dengan Pfizer untuk sub-lisensi dari pil covid-19, Paxlovid, kepada pembuat obat generik.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif