PM Vanuatu Bob Lougman menyampaikan pidato secara virtual di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB di New York,AS, 25 September 2021. (YouTube/United Nations)
PM Vanuatu Bob Lougman menyampaikan pidato secara virtual di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB di New York,AS, 25 September 2021. (YouTube/United Nations)

Vanuatu Sekali Lagi Tuduh Adanya Pelanggaran HAM di Papua Barat

Internasional Papua Pelanggaran HAM vanuatu Sidang Majelis Umum PBB 2021
Willy Haryono • 26 September 2021 09:26
New York: Vanuatu kembali melayangkan tuduhan serius terhadap Indonesia, bahwa pelanggaran hak asasi manusia terjadi di Papua Barat. Tuduhan semacam ini terus dilayangkan Vanuatu dari tahun ke tahun di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
Menyampaikan pidato secara virtual di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB pada Sabtu, 25 September 2021, Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman menyatakan bahwa pelanggaran HAM terjadi di mana-mana, termasuk di Papua Barat.
 
"Kami menyerukan Indonesia untuk mengizinkan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB untuk mengunjungi Papua Barat, untuk melakukan penilaian independen terhadap situasi HAM di sana," tutur PM Loughman dalam keterangan yang diunggah di akun YouTube United Nations.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, sejauh ini hanya ada sedikit perkembangan mengenai situasi HAM di Papua Barat.  "Saya berharap komunitas internasional mau mengamati isu ini secara serius ke depannya," ucap dia.
 
Oktober tahun lalu dalam persidangan Dewan HAM PBB, Vanuatu kembali melayangkan tuduhan mengenai pelanggaran HAM di Papua Barat, terutama terkait pelaku pembunuhan Pendeta Yeremias Zanambani dan adanya diskriminasi rasial.
 
Indonesia melalui PTRI Jenewa menolak keras tuduhan tersebut, yang dinilai menihilkan fakta atas proses hukum yang masih berlangsung terhadap kasus kematian Yeremias yang dikenal dekat dengan masyarakat dan pemerintah.
 
Upaya Vanuatu, kata PTRI Jenewa, telah merendahkan proses hukum nasional dan tidak menghormati proses hukum dari Indonesia.
 
Satu bulan sebelumnya, dalam pidato virtual di Sidang ke-75 Majelis Umum PBB di New York, PM Loughman mengklaim bahwa masyarakat Papua Barat terus menderita akibat pelanggaran HAM, namun komunitas internasional seolah tak peduli.
 
Baca:  Indonesia Minta Vanuatu Selesaikan Urusan Dalam Negeri Sendiri
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif