Warga bersepeda di tengah lockdown parsial di Inggris. Foto: AFP
Warga bersepeda di tengah lockdown parsial di Inggris. Foto: AFP

Inggris Siap Perpanjang Lockdown Hingga Mei

Internasional Virus Korona inggris Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 09 April 2020 12:05
London: Para menteri Inggris mempersiapkan untuk memperpanjang lockdown hingga Mei. Mereka memperingatkan bahwa sikap santai hanya akan membunuh ribuan orang lainnya.
 
Dominic Raab yang memimpin Inggris sementara PM Boris Johnson dirawat akibat covid-19, akan membahas langkah-langkah ketat ketika ia memimpin pertemuan Cobra besok. Penasihat bersikeras puncak wabah virus masih bisa sepuluh hari lagi -- pada 18 April.
 
Sebelum jatuh sakit, PM Boris Johnson berjanji meninjau lockdown pada Senin Paskah, 13 April atau tiga pekan setelah dimulai pada 23 Maret. Tapi (kantor Perdana Menteri) Downing Street sangat khawatir bahwa orang-orang mungkin menentang saran dan lebih memilih untuk menikmati sinar matahari hari libur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raab besok akan memberikan indikasi tegas bahwa orang Inggris dapat berharap akan dikurung selama berminggu-minggu lebih lama dan akan kembali mendesak mereka untuk tinggal di dalam rumah sebanyak mungkin.
 
Pemerintah secara resmi akan menetapkan perpanjangan awal pekan depan -- setelah menganalisis data tiga pekan. Muncul ketegangan Kabinet atas kerusakan yang disebabkan ekonomi.
 
Tetapi sumber senior pemerintah mengatakan malam ini: "Tidak ada yang akan berdebat tentang memperpanjang penutupan ke Mei.
 
“Lihatlah di mana puncaknya sekarang diperkirakan. Sudah jelas di sanalah tujuan kami. Akan sangat lalai untuk tidak melakukan itu," tegasnya, dilansir dari The Sun, Kamis 9 April 2020.
 
Tingkat kematian harian mencapai 938 hari ini, menyebabkan Kanselir Rishi Sunak menuntut untuk mengakhiri lockdown.

Bukan waktu santai


Direktur medis nasional untuk Inggris, Profesor Stephen Powis menambahkan: “Ini bukan waktunya untuk berpuas diri atau berpikir pekerjaan telah dilakukan.
 
"Ini adalah waktu untuk menjaga jarak sosial dan memastikan kerja keras yang kita semua lakukan mengarah pada manfaat," tambahnya.
 
Penasihat ilmiah pemerintah, Profesor Angela McLean berkata, "Strategi sederhana mungkin yang terbaik."
 
Penolakan para menteri untuk membahas strategi keluar rumah didukung oleh Dr. Hans Kluge dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memperingatkan: "Sekarang bukan saatnya untuk bersantai."
 
Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan ibu kota "tidak jauh dari mana-mana" dapat mengangkat sejumlah langkah.
 
Jajak pendapat menunjukkan publik masih sangat mendukung lockdown. Ketua Komite Kesehatan Parlemen Jeremy Hunt mengatakan itu adalah "asumsi yang masuk akal" bahwa setidaknya satu bulan lagi diperlukan.
 
Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat besok akan menilai bagaimana langkah-langkah telah memberi manfaat hingga tingkat infeksi dan kematian sejauh ini.
 
Kelompok ini diketuai oleh penasihat ilmiah kepala Pemerintah Sir Patrick Vallance. Pertemuan Jumat akan diikuti kepala petugas medis Profesor Chris Whitty dan Profesor Powis.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif