Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

26 Tewas saat Kelompok Bersenjata Serbu Pusat Rehabilitasi Meksiko

Internasional geng meksiko meksiko
Fajar Nugraha • 03 Juli 2020 15:35
Guanajuato: Sejumlah pria bersenjata membunuh 26 orang dalam serangan mematikan di pusat rehabilitasi narkoba di Meksiko. Saksi mengatakan para penyerang menembak setiap pria di dalam gedung tetapi membiarkan wanita bebas.
 
Serangan mematikan di pusat rehabilitasi narkoba itu terjadi ketika pemerintah negara itu berjuang untuk memenuhi janjinya untuk menghentikan kekerasan geng dan kartel narkoba.
 
Polisi di negara bagian Guanajuato mengatakan, serangan pada Rabu 1 Juli terjadi di sebuah rumah dua lantai sederhana. Ini merupakan pusat rehabilitasi tidak terdaftar di pinggiran kota Irapuato.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para penyerang menembak setiap pria di pusat rehabilitasi tetapi membiarkan para wanita di gedung itu bebas.
 
Rosa Alba Santoyo, yang kehilangan tiga putra dalam serangan mengatakan, seorang wanita di pusat rehabilitasi itu menceritakan pelaku bersenjata menyuruh para perempuan itu untuk keluar. Kemudian mereka melakukan penembakan terhadap para pria.
 
Santoyo mengatakan, dua putranya, pekerja konstruksi berusia 29 dan 39 berada di pusat karena mereka memiliki masalah dengan narkoba. Sedangkan putra bungsunya, telah di pusat sebelumnya dan pulih.
 
“Dia kembali untuk membawa minuman ringan saudara-saudaranya ketika para pria bersenjata membunuh mereka bertiga,” ujar Santoyo, seperti dikutip AFP, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Penembakan itu, yang merupakan serangan paling mematikan dalam satu dasawarsa, telah menyebabkan seruan untuk perubahan di negara makmur yang telah menjadi medan pertempuran bagi kartel.
 
Guanajuato, pusat pembuatan mobil utama, telah menjadi salah satu titik api utama untuk kekerasan kriminal di Meksiko. Perang antar kelompok kejahatan melibatkan geng Santa Rosa de Limal dan kartel generasi baru, Jalisco yang kuat.
 
Sekitar 1.400 kasus pembunuhan telah tercatat di negara bagian Guanajuato tahun ini hingga akhir Mei. Angka tersebut melebihi dari negara bagian lain.
 
Mary Moreno, seorang wanita yang tinggal di dekat pusat itu, mengatakan orang-orang bersenjata itu masuk ke dalam rehabilitasi dan mulai menembak. "Pemerintah tidak melakukan apa-apa lagi," tambahnya.
 
Pusat-pusat rehabilitasi diketahui telah menjadi sasaran geng-geng kriminal yang mencari kendali atas bisnis narkoba. Tidak ada motif yang diketahui untuk serangan minggu ini, tetapi Gubernur Guanajuato Diego Sinhue Rodriguez Vallejo mengatakan geng narkoba tampaknya telah terlibat.
 
"Kekerasan yang dihasilkan oleh kejahatan terorganisir tidak hanya merenggut nyawa kaum muda, tetapi juga membutuhkan kedamaian dari keluarga di Guanajuato," tegas Rodriguez Vallejo.
 
Andres Manuel Lopez Obrador, presiden Meksiko, mengatakan pada Kamis bahwa "perubahan harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah Guanajuato, karena keadaan menuntutnya."
 
"Masalahnya dibiarkan tumbuh. Kejadian itu tumbuh banyak dan kita harus melihat apakah ada semacam kerja sama, konspirasi kriminal antara para penjahat dan pejabat," pungkas Obrador, tanpa menyebutkan siapa yang dia tuduh.
 

(FJR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif