Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Perusahaan Farmasi Perkirakan Vaksin Covid-19 Tersedia pada Oktober

Internasional Virus Korona
Fajar Nugraha • 29 Mei 2020 07:08
London: Eksekutif perusahaan farmasi mengatakan, vaksin virus korona dapat mulai diluncurkan sebelum 2021. Tetapi memperingatkan tantangan akan ‘menakutkan’ karena diperkirakan 15 miliar dosis akan diperlukan untuk menghentikan pandemi.
 
Lebih dari 100 laboratorium di seluruh dunia berjuang untuk menghasilkan vaksin melawan virus korona (covid-19), termasuk 10 yang telah mencapai tahap uji klinis.
 
"Harapan banyak orang adalah bahwa kita akan memiliki vaksin, semoga pada akhir tahun ini," ucap Eksekutif AstraZeneca, Pascal Soriot, seperti dikutip SBS, Jumat, 29 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaannya bermitra dengan Universitas Oxford untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin yang sedang diuji coba di Inggris.
 
Sementara CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan bahwa perusahaannya, yang sedang melakukan uji klinis dengan perusahaan Jerman Biontech pada beberapa kemungkinan vaksin di Eropa dan Amerika Serikat, juga yakin vaksin akan siap sebelum akhir tahun.
 
"Jika semuanya berjalan dengan baik kami akan memiliki cukup bukti keamanan dan kemanjuran sehingga kami dapat memiliki vaksin sekitar akhir Oktober," tegas Bourla.
 
Diperlukan bertahun-tahun untuk vaksin baru dilisensikan untuk penggunaan umum, tetapi dalam menghadapi pandemi covid-19, vaksin eksperimental yang terbukti aman dan efektif terhadap covid-19 kemungkinan dapat memenangkan persetujuan untuk penggunaan darurat.
 
Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA), yang menyelenggarakan briefing Kamis, menyoroti tantangan "menakutkan" yang dihadapi industri dalam upaya mendapatkan vaksin.

Dikejar waktu


Satu tantanganyang mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, adalah tingkat penularan menurun dengan cepat di Eropa di mana beberapa uji coba sedang berlangsung.
 
“Uji coba klinis dari vaksin akan terlalu rendah di lingkungan alami,” kata Soriot, seraya menambahkan bahwa apa yang disebut sebagai ‘tantangan manusia’ di mana orang secara sengaja terpapar virus covid-19 untuk menguji kemanjuran, tidakdapat diterima secara etis.
 
"Kami berlari melawan waktu," katanya.
 
Direktur IFPMA Thomas Cueni menunjuk pada perkiraan bahwa dunia akan membutuhkan sekitar 15 miliar dosis untuk menghentikan virus, yang menimbulkan tantangan logistik besar-besaran.
 
Dia menekankan bahwa industri berkomitmen untuk memastikan akses yang adil ke vaksin masa depan, tetapi mengakui bahwa "kita tidak akan memiliki jumlah yang cukup sejak hari pertama, bahkan dengan upaya terbaik."
 
Begitu vaksin yang berfungsi dikembangkan, salah satu kendala terbesar untuk mengeluarkan jumlah yang dibutuhkan. Secara mengejutkan tidak ada cukup botol kaca untuk menyimpan vaksin.
 
Data dari Universitas Johns Hopkins pada Jumat 29 Mei 2020 menyebutkan infeksi covid-19 di dunia mencapai 5,8 juta dan kematian tercatat 359.791 jiwa. Sementara yang sembuh menyentuh 2.413.576 orang.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif