Korea Utara terlihat dari pulau Yeonpyeong di Korsel. (POOL/AFP/File/JEON HEON-KYUN)
Korea Utara terlihat dari pulau Yeonpyeong di Korsel. (POOL/AFP/File/JEON HEON-KYUN)

Pihak Keluarga Bantah Pejabat Korsel Hendak Membelot ke Korut

Internasional korea utara korea selatan
Marcheilla Ariesta • 30 September 2020 15:06
Seoul: Saudara laki-laki dari pejabat perikanan Korea Selatan yang dibunuh tentara Korea Utara pekan lalu, tak terima jika pria itu disebut hendak membelot ke Korut. Bantahan disampaikan meski Pemerintah Korsel mengonfirmasi bahwa pejabat itu telah menyatakan kesediaannya untuk membelot ke Pyongyang.
 
Kematian pejabat yang diketahui memiliki marga Lee itu memicu perselisihan tentang mengapa dan bagaimana ia ditemukan mengambang di perairan Korut setelah hampir 36 jam menghilang.
 
Penjaga pantai mengatakan, dari penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV, intelijen militer dan catatan latar belakang, Lee telah menyatakan ingin membelot kepada prajurit Korut. Para militer Korut mengetahui informasi pribadinya secara terperinci.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami telah mengkonfirmasi bahwa pihak Utara telah mengamankan informasi pribadinya yang hanya akan diketahui pria itu, termasuk nama, usia, kota asal dan tinggi badan," kata kepala investigasi dan intelijen di Coast Guard Korsel, Yoon Sung-hyun, dilansir dari Malay Mail, Selasa, 29 September 2020.
 
"Militer Korut mengatakan bahwa orang yang hilang itu telah menyampaikan kesediaannya untuk pergi ke Utara," imbuh Yoon.
 
Yoon menambahkan pejabat itu memiliki utang hingga 330 juta won (sekitar Rp4,2 miliar), sebagian besar dari perjudian. Namun, belum jelas hal tersebut menjadi alasan ia berusaha melarikan diri.
 
Namun, saudara laki-lakinya, Lee Rae-jin mengatakan, pejabat itu berada di perairan Korut pasti karena kecelakaan. Ia menolak klaim bahwa saudaranya membelot karena menurut Lee, kakaknya sangat bangga dengan pekerjaannya.
 
Dia mempertanyakan bukti pemerintah dan menunjukkan Korut bisa saja memanipulasi audio karena kedua militer kerap saling menguping.
 
"Kebanyakan lelaki tua seusia kita berutang dan memiliki masalah keluarga, tapi siapa yang akan pergi ke Utara hanya karena itu," ujarnya dalam konferensi pers.
 
Lee mengatakan permintaannya untuk menambah kapal dan helikopter dalam pencarian jasad kakaknya tidak dihiraukan pemerintah. Menurutnya, pencarian hanya menggunakan beberapa perahu dan satu helikopter.
 
"Kakak saya bahkan menolak untuk bergabung dengan bisnis saya, ia mengatakan akan pensiun sebagai pegawai negeri dan ia bangga akan hal itu," tegasnya.
 
Korsel mengajak Korut untuk melakukan penyelidikan gabungan terkait kematian pejabat mereka itu. Namun, hingga kini Pyongyang masih bungkam mengenai penyelidikan gabungan tersebut.
 
Akan tetapi, pemimpin Korut Kim Jong-un telah meminta maaf atas insiden tersebut. Ia mengatakan seharusnya peristiwa ini tidak terjadi.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif