WHO sebut varian covid-19 Lambda ditemukan di 29 negara. Foto: AFP
WHO sebut varian covid-19 Lambda ditemukan di 29 negara. Foto: AFP

Varian Baru covid-19, ‘Lambda’ Diidentifikasi di 29 Negara

Internasional Virus Korona WHO covid-19 pandemi covid-19
Surya Perkasa • 18 Juni 2021 05:58
Jenewa: Masih marak varian covid-19 Delta merebak ke puluhan negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Rabu muncul varian baru covid-19, bernama Lambda. Varian ini diidentifikasi di 29 negara dan terutama di Amerika Selatan tempat asalnya.
 
Pemimpin Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerhove mengatakan, WHO saat ini memantau lebih dari 50 varian covid-19 yang berbeda. Salah satu yang menjadi perhatian adalah varian Lambda.
 
"Varian Lambda memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan yang dapat berdampak pada penularannya," ucap Van Kerkhove, Kamis 17 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun untuk saat ini, varian lambda masuk daftar Varian of Interest. Artinya, Lambda, belum terbukti menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.
 
“Pertama kali diidentifikasi di Peru, garis keturunan Lambda diklasifikasikan sebagai Variant of Interest global pada Senin karena ‘peningkatan prevalensi’ di Amerika Selatan,” kata WHO dalam pembaruan mingguannya, seperti dikutip AFP, Jumat 18 Juni 2021.
 
Pihak berwenang di Peru menyebutkan varian Lambda telah merajalela di negara itu di mana 81 persen kasus covid-19 sejak April 2021 dikaitkan dengan varian virus korona ini.
 
Di Chile, varian Lambda terdeteksi pada 32 persen dari semua urutan yang dikirimkan dalam 60 hari terakhir, dan hanya dikalahkan oleh varian Gamma yang pertama kali diidentifikasi di Brasil. Negara-negara lain seperti Argentina dan Ekuador juga telah melaporkan peningkatan prevalensi varian baru.
 
WHO melaporkan bahwa garis keturunan Lambda membawa mutasi yang dapat meningkatkan penularan atau memperkuat ketahanan virus terhadap antibodi.
 
Varian Kepentingan, tidak seperti Varian Kekhawatiran yang menjadi berita utama di surat kabar di seluruh dunia, dipantau oleh organisasi kesehatan tetapi belum terbukti menjadi ancaman yang signifikan bagi kesehatan masyarakat.
 
Contoh terbaru adalah varian Delta. Ini pertama kali diidentifikasi di India dan diberi label sebagai Variant of Interest hingga 11 Mei 2021, ketika penyebarannya yang cepat ke seluruh dunia mendorong WHO untuk mengklasifikasikannya sebagai Variant of Concern.
 
Varian covid-19 Delta pertama kali terdeteksi di India, kini telah menyebar ke lebih dari 80 negara dan terus bermutasi saat menyebar ke seluruh dunia.
 
Varian sekarang membuat 10 persen dari semua kasus baru di Amerika Serikat, naik dari 6 persen minggu lalu. Penelitian telah menunjukkan varian ini bahkan lebih menular daripada varian lainnya. Pejabat WHO mengatakan beberapa laporan telah menemukan bahwa itu juga menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.
 
WHO juga melacak laporan terbaru dari varian "delta plus". "Menurut saya, ini berarti ada mutasi tambahan yang telah diidentifikasi. Di beberapa varian delta kami telah melihat satu mutasi lebih sedikit atau satu penghapusan alih-alih tambahan, jadi kami melihat semuanya,” sebut Van Kerkhove.
 
Inggris baru-baru ini melihat varian delta menjadi strain dominan di sana, melampaui varian alfa aslinya, yang pertama kali terdeteksi di negara itu musim gugur yang lalu. Varian delta sekarang mendominasi lebih dari 60 persen kasus baru di Inggris.
 
Dr Anthony Fauci, kepala penasihat medis Presiden Amerika Serikat (AS), mengatakan pekan lalu bahwa “kita tidak bisa membiarkan itu terjadi di Amerika Serikat". Dia pun mendorong agar lebih banyak orang divaksinasi, terutama orang dewasa muda.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif