Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto:  AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: AFP

Putin Luncurkan Nuklir Jika Kalah, PM Inggris Tidak Percaya

Internasional ukraina Inggris Vladimir Putin boris johnson rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 28 April 2022 12:48
London: Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, tak percaya ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang akan meluncurkan nuklir jika kalah di Ukraina. Johnson mengatakan, sebenarnya Putin memiliki lebih banyak ruang politik untuk mundur.
 
"Saya tidak percaya," ucap Johnson dalam menjawab pertanyaan di televisi, dilansir dari Malay Mail, Kamis, 28 APril 2022.
 
"Jika melihat dukungan orang-orang Rusia atas yang ia (Putin) lakukan dan media Rusia yang tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi di Ukraina, paradoksnya adalah Putin memiliki lebih banyak ruang politik untuk mundur, menarik (pasukan dari Ukraina)," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menanggapi ancaman Kementerian Pertahanan Rusia yang akan melakukan tindakan 'proporsional' terhadap Inggris jika terus memprovokasi konflik Ukraina.
 
"Ukraina memiliki hak untuk melindungi wilayah mereka," kata Johnson. Hal senada juga disampaikan Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, James Heappey.
 
Menurut Heappey, Ukraina dapat melakukan serangan balik ke wilayah Rusia dengan menggunakan senjata dari Inggris.
 
"Perang dimulai antara Ukraina dan Rusia. Dalam perang tersebut, perlu menyerang wilayah lawan, entah jalur logistik, pasokan bahan bakar, depot amunisi atau yang lainnta," seru Heappey.
 
"Benar-benar sah bagi Ukraina menargetkan wilayah Rusia untuk mengganggu logistik, yang jika tidak diganggu akan berdampak pada kematian dan pembantaian di Ukraina," sambungnya.
 
Sebelumnya, Johnson memperingatkan bahwa ada "kemungkinan realistis" bahwa perang di Ukraina akan terus berlanjut dalam waktu lama.
 
Inggris meyakini bahwa Rusia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan taktik perangnya di Ukraina, setelah mengubah fokusnya dari merebut ibu kota Kiev ke operasi 'pembebasaan' di wilayah timur.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif