Kebakaran hutan di California telah menghanguskan hampir dua juta hektare lahan. (Foto: AFP)
Kebakaran hutan di California telah menghanguskan hampir dua juta hektare lahan. (Foto: AFP)

Trump Bantah Dampak Perubahan Iklim Terkait Kebakaran California

Internasional amerika serikat kebakaran hutan
Willy Haryono • 15 September 2020 07:28
California: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan manajemen kehutanan sebagai satu-satunya penyebab kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di AS, termasuk California. Padahal, kebakaran pada musim ini tidak hanya terjadi di area hutan saja, namun juga di padang rumput dan semak belukar di wilayah pesisir.
 
Saat menghadapi awak media usai keluar dari pesawat Air Force One, Trump ditanya apakah perubahan iklim termasuk bagian dari masalah selain manajemen kehutanan.
 
"Ada banyak kemungkinan, tapi banyaknya reruntuhan pohon dan dedaunan kering bisa 'meledak' sewaktu-waktu," ujar Trump, dilansir dari laman tvnz, Selasa 15 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump mengatakan negara-negara di Eropa tidak memiliki masalah kebakaran hutan seperti di AS karena "mereka menangani hutan mereka dengan baik." "Jadi kita harus melakukan seperti itu di California," ucapnya.
 
Dalam pertemuan dengan jajaran petinggi, Gubernur California Gavin Newsom menerima kenyataan bahwa negara bagiannya seharusnya lebih baik dalam menangani urusan kehutanan. Namun ia mengatakan kepada Trump bahwa "perubahan iklim itu nyata dan memperburuk (kebakaran hutan) ini."
 
Wade Crowfoot, sekretaris Agensi Sumber Daya California, berpendapat bahwa "jika kita mengabaikan sains dan berpikir ini hanya diakibatkan manajemen kehutanan, maka kita tidak akan bisa sukses melindungi California."
 
Trump menjawab: "Nanti juga akan menjadi semakin dingin. Lihat saja nanti." Crowfoot membalas, "saya berharap sains sepakat dengan Anda."
 
"Menurut saya, sains juga tidak tahu apa-apa," jawab Trump.
 
Kebakaran hutan di sejumlah negara bagian AS telah menewaskan 33 orang. Otoritas Oregon khawatir jumlah korban tewas dapat kembali bertambah karena masih banyaknya warga yang dinyatakan hilang.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif