Presiden AS Donald Trump pada kampanye 2016 diduga kesampingkan suara warga kulit hitam. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump pada kampanye 2016 diduga kesampingkan suara warga kulit hitam. Foto: AFP

Kampanye Trump 2016 Diduga Cegah Warga Kulit Hitam Berikan Suara

Internasional donald trump Pilpres AS 2020
Fajar Nugraha • 29 September 2020 18:05
Washington: Stasiun televisi Inggris, Channel 4 News secara eksklusif memperoleh data yang sangat besar yang digunakan oleh kampanye Presiden Amerika Serika (AS) Donald Trump tahun 2016.
 
Terungkap bahwa 3,5 juta orang kulit hitam Amerika Serikat dikategorikan oleh kampanye Donald Trump sebagai ‘Deterrence’ atau gangguan baginya untuk menang. Pihak Trump menginginkan 3,5 juta pemilih ini tinggal di rumah pada hari pemilihan.
 
Para aktivis hak-hak sipil mengatakan, bukti tersebut merupakan bentuk baru dari ‘penindasan’ pemilih dan meminta Facebook untuk mengungkapkan iklan dan menargetkan informasi yang belum pernah dipublikasikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proyek 'Deterrence' dapat terungkap setelah Channel 4 News mendapatkan database yang digunakan oleh tim kampanye digital Trump. Tim ini dipercaya membantu memberikan kemenangan mengejutkannya menjadi presiden empat tahun lalu.
 
Skala yang luas, berisi detail tentang hampir 200 juta orang Amerika, di antara lebih dari 5.000 data, menjadikannya salah satu kebocoran terbesar dalam sejarah. Ini mengungkapkan tidak hanya sejumlah besar data yang disimpan pada setiap pemilih, tetapi bagaimana data itu digunakan dan dimanipulasi oleh model dan algoritma.
 
Di 16 negara bagian medan pertempuran utama, jutaan orang Amerika dipisahkan oleh algoritme menjadi salah satu dari delapan kategori. Mereka juga digambarkan sebagai 'audiens', sehingga mereka kemudian dapat ditargetkan dengan iklan yang disesuaikan di Facebook dan platform lain.
 
Salah satu kategori itu bernama 'Deterrence', yang kemudian dijelaskan secara publik oleh kepala ilmuwan data Trump sebagai orang-orang yang ‘diharapkan tidak muncul untuk memilih’.
 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif