Presiden AS Joe Biden sebut Israel berhak mempertahankan diri. Foto: AFP.
Presiden AS Joe Biden sebut Israel berhak mempertahankan diri. Foto: AFP.

Biden: Israel Punya Hak Mempertahankan Diri

Internasional Amerika Serikat Palestina israel palestina Israel joe biden
Marcheilla Ariesta • 13 Mei 2021 09:29
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mendesak kekerasan dihentikan, namun menganggap Israel punya hak mempertahankan diri.
 
"Ekspektasi dan harapan saya adalah (kekerasan) ini akan dihentikan sesegera mungkin, tapi Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri," tuturnya kepada awak media, dilansir dari AFP, Kamis, 13 Mei 2021.
 
Menurutnya, hak bertahan diri sah saja jika ada ratusan roket diterbangkan ke wilayah mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden tak menjelaskan lebih lanjut mengenai perkiraannya bahwa konflik akan segera selesai. Ia hanya mengatakan bahwa tim keamanan nasional AS sudah berhubungan erat dengan Israel, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab terkait situasi ini.
 
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sudah mengirimkan utusannya ke Timur Tengah untuk mendesak Israel menghindari korban sipil berjatuhan karena bentrokan dengan Hamas. Blinken mengatakan kematian warga sipil Palestina, termasuk anak-anak sangat mengerikan.
 
"Saya pikir Israel punya beban lebih untuk mencoba melakukan segala cara mencegah kematian warga sipil mereka," ucap Blinken.
 
Namun, senada dengan Biden, Blinken mengatakan Israel juga berhak melindungi warga mereka dan memberi respons atas serangan tersebut.
 
Blinken kemudian membahas bahwa ada "perbedaan jelas antara organisasi teroris, Hamas, yang melontarkan hujan roket--yang juga menargetkan warga sipil--dan respons Israel untuk mempertahankan diri."
 
Sebelumnya, AS juga meminta Israel untuk mengalihkan jalur parade perayaan pencaplokan Yerusalem agar menghindari bentrokan dengan warga Palestina.
 
Sikap pemerintah AS di bawah Biden ini dianggap sebagai tanda sedikit pergeseran kebijakan dari era Donald Trump yang sangat pro-Israel.
 
Baca juga: Pengaruh Kuat Yahudi Jadi Alasan AS Bungkam Soal Palestina-Israel
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif