Lima pemenang Earthshot Prize 2021 meliputi negara, kota printis, pelaku teknologi mutakhir, dan inovator.. (Kedutaan Besar Inggris di Jakarta)
Lima pemenang Earthshot Prize 2021 meliputi negara, kota printis, pelaku teknologi mutakhir, dan inovator.. (Kedutaan Besar Inggris di Jakarta)

Inggris Umumkan 5 Pemenang Earthshot Prize, Masing-Masing Terima Rp29,5 M

Internasional Pangeran William perubahan iklim Earthshot Prize
Willy Haryono • 23 Oktober 2021 11:04
London: Setelah pencarian selama 10 bulan dari seluruh dunia, Inggris akhirnya menentukan 5 pemenang hadiah 'Earthshot Prize' 2021. Kelima pemenang masing-masing menerima hadiah uang sebesar GBP1 juta atau setara Rp19,5 miliar.
 
Lima pemenang Earthshot Prize meliputi negara, kota printis, pelaku teknologi mutakhir, dan inovator.
 
Selain hadiah uang, kelima pemenang akan mendapat jaringan global profesional serta dukungan teknis untuk meningkatkan solusi lingkungan guna memperbaiki kerusakan di planet Bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kelima pemenang inspirasional ini menunjukkan bahwa setiap pihak memiliki peran dalam upaya global memperbaiki planet kita. Kami membutuhkan pelaku bisnis, pemimpin, inovator, dan komunitas untuk mengambil tindakan," ujar pendiri Earthshot Prize dan Anggota Dewan, Pangeran William, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Anggota Dewan Earthshot Prize, Sir David Attenborough, mengatakan bahwa kondisi planet Bumi menurun pada tingkat yang lebih cepat dari kapan pun sejak berakhirnya masa dinosaurus. Menurutnya, Earthshot Prize bertujuan membangun optimisme dengan menemukan solusi inovatif dan cemerlang untuk tantangan dunia.
 
"Para finalis dan pemenang memberikan kita harapan yang abadi," ucapnya.
 
Dari Kosta Rika hingga India, pemenang Earthshot Prize memamerkan teknologi yang mengubah permainan, kepemimpinan menginspirasi, kebijakan publik yang berpikiran maju, dan solusi inovatif berbasis komunitas yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim. Semua pemenang mendapatkan dana untuk meningkatkan pekerjaan dan mempercepat dampak global mereka.
 
Baca:  Inggris Akan Buka Investasi Hingga Rp1.760 T Bagi Swasta Untuk Ekonomi Hijau

Berikut kelima pemenang Earthshot Prize 2021:

  • Lindungi dan Pulihkan Alam: Republik Kosta Rika - Skema perintis warga setempat untuk memulihkan ekosistem alami telah menghasilkan kebangkitan hutan hujan yang luar biasa. Deforestasi selama beberapa dekade telah dibalikkan oleh masyarakat adat. Sejak program dimulai, luas hutan Kosta Rika telah berlipat ganda, yang mengarah ke ledakan ekowisata dan menyumbang USD4 miliar untuk ekonomi.
  • Clean our Air: Takachar (perusahaan), India – Perusahaan Takachar telah menemukan teknologi mutakhir untuk membuat bahan bakar dari limbah pertanian dan menghentikan masalah udara global dari pembakaran tanaman. Pembakaran limbah pertanian menyebabkan polusi udara yang parah, dan di beberapa daerah, telah mengurangi harapan hidup hingga 10 tahun. Takachar telah membuat teknologi portabel skala kecil berharga murah yang ditempelkan pada traktor di area pertanian terpencil. Teknologi tersebut berfungsi mengubah sisa tanaman menjadi produk yang dapat dijual, seperti bahan bakar dan pupuk.
  • Menghidupkan Kembali Lautan Kita: Coral Vita, Bahama – Coral Vita telah mengembangkan pendekatan inovatif untuk budidaya karang yang dapat membantu memulihkan terumbu karang yang sekarat di dunia. Coral Vita menumbuhkan karang di darat, kemudian menanamnya kembali di laut, menumbuhkan karang hingga 50 kali lebih cepat dari metode tradisional dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Selain memulihkan terumbu karang, Coral Vita bekerja sama dengan masyarakat lokal, pejabat publik, dan perusahaan swasta untuk meningkatkan pendidikan dan menciptakan prospek pekerjaan baru dalam perlindungan lingkungan.
     
  • Membangun Dunia Bebas Sampah: Kota Milan, Italia – Inisiatif di kota Milan secara dramatis mengurangi sampah sembari mengatasi kelaparan. Diluncurkan pada 2019 dengan tujuan mengurangi separuh sampah di tahun 2030, program Food Waste Hubs Milan memulihkan makanan dari supermarket dan restoran lokal, dan bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal untuk mendistribusikannya kepada warga yang membutuhkan. Milan menjadi kota besar pertama yang menerapkan kebijakan limbah makanan di seluruh kota yang mencakup lembaga publik, bank makanan, badan amal, LSM, universitas, dan bisnis swasta. Masing-masing Pusat Limbah Makanan Milan memulihkan sekitar 130 ton makanan per tahun atau 350 kilogram per hari, atau setara 260.000 makanan.
  • Perbaiki Iklim kita: AEM Electrolyser, Thailand/Jerman/Italia – Teknologi hidrogen hijau cerdas dikembangkan untuk mengubah cara masyarakat dalam memberi daya pada rumah dan bangunan masing-masing. Elektroliser AEM dari Enapter mengubah listrik terbarukan menjadi gas hidrogen bebas emisi. Teknologi hidrogen hijau yang cerdik telah dikembangkan lebih cepat dan lebih murah dari yang diperkirakan sebelumnya, dan dapat mengubah cara masyarakat memberi daya pada rumah dan bangunan serta transportasi bahan bakar.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif