Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Ingin Warga Mariupol Dievakuasi, Zelensky Minta Gencatan Senjata Diperpanjang

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 05 Mei 2022 13:52
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan gencatan senjata yang lebih lama untuk mengevakuasi lebih banyak warga sipil dari kota Mariupol. Sekitar 200 warga sipil, termasuk anak-anak dikatakan berlindung di bunker bawah tanah pabrik baja Azovstal.
 
Zelensky mengatakan, perlu melanjutkan gencatan senjata untuk mengeluarkan mereka.
 
“Ini akan memakan waktu hanya untuk mengangkat orang keluar dari ruang bawah tanah itu, keluar dari tempat penampungan bawah tanah itu. Dalam kondisi sekarang, kami tidak bisa menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing.  Itu semua harus dilakukan dengan tangan,” kata Zelensky dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 5 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zelensky kembali meminta bantuan PBB, setelah PBB dan Palang Merah mengevakuasi ratusan orang dari Mariupol dan wilayah lainnya pada pekan ini.
 
Seorang anggota parlemen Ukraina mengatakan pasukan Rusia berada di dalam pabrik Azovstal. Komandan resimen di dalam pabrik yang luas itu mengatakan situasinya 'sangat sulit' dan bahwa tentaranya terlibat dalam 'pertempuran berat dan berdarah' dengan Rusia.
 
“Saya bangga dengan tentara saya yang melakukan upaya manusia super untuk menahan tekanan musuh,” kata Letnan Kolonel Denis Prokopenko.
 
Moskow membantah serangan apa pun terhadap Azovstal sedang berlangsung. Mereka mengatakan, pasukannya akan menghentikan tembakan untuk membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil selama tiga hari mulai Kamis.
 
“Angkatan bersenjata Rusia akan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 (waktu setempat) pada tanggal 5, 6 dan 7 Mei, membuka koridor kemanusiaan dari wilayah pabrik metalurgi Azovstal untuk mengevakuasi warga sipil,” kata kementerian pertahanan.
 
"Lebih dari 300 warga sipil dievakuasi dari Mariupol dan daerah lain di Ukraina selatan sebagai bagian dari operasi gabungan Palang Merah PBB," kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Ukraina Osnat Lubrani.
 
Tidak jelas apakah evakuasi PBB lebih lanjut direncanakan. Dalam panggilan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Zelensky mengatakan, bantuan PBB diperlukan untuk membantu menyelamatkan warga sipil yang masih terjebak di Azovstal.
 
"Nyawa orang-orang yang tinggal di sana dalam bahaya," katanya.
 
Rusia mengklaim kemenangan di Mariupol di pantai Laut Hitam selatan Ukraina pada 21 April setelah mengepung kota penting yang strategis itu selama berminggu-minggu dan meninggalkan penduduk yang terperangkap tanpa makanan, air, atau tempat berlindung.
 
Upaya menciptakan koridor kemanusiaan untuk memungkinkan warga sipil pergi berakhir dengan kegagalan.
 
Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Mereka menggambarkan perang itu sebagai 'operasi militer khusus' untuk mendukung daerah-daerah separatis yang didukung Rusia di timur. 
 
Setelah mundur dari daerah sekitar ibukota, Kiev, Rusia sekarang memfokuskan serangannya di timur Ukraina.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif