Hatice Cengiz (kanan) disandingkan dengan foto Jamal Khashoggi dalam sebuah konferensi virtual. (AFP)
Hatice Cengiz (kanan) disandingkan dengan foto Jamal Khashoggi dalam sebuah konferensi virtual. (AFP)

Tunangan Jamal Khashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi

Internasional arab saudi Jamal Khashoggi Mohammed Bin Salman
Willy Haryono • 21 Oktober 2020 07:49
Washington: Tunangan dari Jamal Khashoggi, jurnalis asal Arab Saudi yang tewas dalam pembunuhan, melayangkan gugatan terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Gugatan dari Hatice Cengiz berisi tudingan bahwa sang pangeran adalah tokoh yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
 
Selain Pangeran Salman -- atau biasa juga disebut MBS -- Cengiz dan grup yang dibentuk Khashoggi sebelum kematiannya juga menggugat 20 tokoh lainnya.
 
Khashoggi dibunuh sekelompok agen Saudi saat dirinya mengunjungi gedung konsulat di Istanbul, Turki, pada 2018. MBS membantah telah memerintahkan pembunuhan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tinggal terasing di Amerika Serikat, Khashoggi adalah kritikus pemerintahan Saudi yang sering menulis untuk media Washington Post. Dalam gugatan yang dilayangkan di Washington DC pada Selasa, 20 Oktober, Cengiz mengklaim luka pribadi dan kerugian finansial atas kematian Khashoggi.
 
Grup bentukan Khashoggi, Democracy for Arab World Now (Dawn), mengklaim operasional mereka terganggu atas kematian Khashoggi. Gugatan berisi dugaan bahwa Khashoggi dibunuh "atas sebuah perintah dari Mohammed bin Salman."
 
"Tujuan pembunuhan sudah jelas, yakni untuk menghentikan advokasi Khashoggi di Amerika Serikat untuk reformasi demokratik di dunia Arab," tulis gugatan tersebut, dikutip dari laman BBC pada Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Dalam sebuah konferensi video, pengacara Cengiz dan Dawn mengatakan bahwa fokus dari gugatan ini adalah mendorong pengadilan di AS untuk menyeret MBS terkait Khashoggi, terutama untuk mengungkap rangkaian dokumen yang menunjukkan adanya perintah pembunuhan.
 
"Jamal meyakini semuanya memungkinkan di Amerika, dan saya menyerahkan kepercayaan saya kepada sistem keadilan sipil Amerika untuk mendapatkan keadilan," sebut Cengiz.
 
Pembunuhan Khashoggi terjadi pada 2 Oktober 2018, saat dirinya hendak mengambil dokumen di gedung konsulat Saudi untuk menikahi Cengiz. Setelah mendengarkan rekaman audio percakapan di dalam gedung konsulat, Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard menyimpulkan bahwa Khashoggi "dibunuh secara brutal" hari itu.
 
Jaksa penuntut umum Saudi menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut tidak direncanakan. Jaksa menyebut pembunuhan itu diperintahkan kepada dari sebuah "tim negosiasi" yang dikirim ke Istanbul untuk membawa pulang Khashoggi "dengan cara persuasi," atau jika gagal, "dengan kekerasan."
 
Baca:Arab Saudi Jatuhkan Vonis Akhir ke 8 Pembunuh Khashoggi

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif