Bendera setengah tiang di Norwegia untuk mengenang korban pembunuhan dengan panah/AFP
Bendera setengah tiang di Norwegia untuk mengenang korban pembunuhan dengan panah/AFP

Polisi Norwegia Sebut Pembunuhan Panah Sebagai Aksi Teror

Marcheilla Ariesta • 15 Oktober 2021 09:51
Kongsberg: Norwegia tetapkan pembunuhan dengan panah di Kongsberg sebagai aksi teror. Pelaku dilaporkan teradikalisasi.
 
Sebanyak empat perempuan dan seorang laki-laki tewas, sementara tiga lainnya terluka di kota Kongsberg. Serangan ini dilaporkan yang paling mematikan di Norwegia dalam satu dekade.
 
"Tidak ada keraguan bahwa tindakan yang sebenarnya tampak seolah bisa menjadi tindakan teror. Penyelidikan terus berlanjut dan kami akan menetapkan motif tersangka," kata kepala dinas intelijen Norwegia PST, Hans Sverre Sjovold, dilansir dari AFP, Jumat, 15 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat polisi Ole Bredrup Saeverud mengatakan, pria tersebut diyakini seorang mualaf. "Ada ketakutan ia terkait dengan radikalisasi sebelumnya," lanjutnya.
 
Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Epsen Andersen Brathen, warga Denmark berusia 37 tahun. Ia merupakan pendudukan daerah tersebut. Pelaku mengaku selama interogasi.
 
"Kami belum mendapatkan laporan mengenai dia pada 2021, tapi di tahun sebelumnya, ada laporan terkait radikalisasi," kata polisi.
 
"Kami yakin dia bertindak sendiri," pungkas mereka.
 
Baca juga: Pelaku Serangan Panah di Norwegia Diduga Bertindak Sendiri

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif