Pesawat jet tempur F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS. (AFP)
Pesawat jet tempur F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS. (AFP)

AS Mengakui Serangan Udara di Kabul Tewaskan Warga Sipil

Internasional Amerika Serikat konflik afghanistan Taliban afghanistan isis taliban afghanistan
Willy Haryono • 18 September 2021 08:15
Washington: Amerika Serikat mengakui bahwa serangan udara di Kabul sebelum berakhirnya penarikan pasukan dari Afghanistan telah menewaskan 10 warga sipil. Investigasi Komando Sentral AS menemukan fakta bahwa seorang pekerja kemanusiaan dan sembilan anggota keluarganya, termasuk tujuh anak-anak, tewas dalam serangan udara di Kabul pada 29 Agustus.
 
Dikutip dari laman BBC, Sabtu, 18 September 2021, korban termuda diketahui bernama Sumaya yang baru berusia 10 tahun.
 
Serangan udara terjadi beberapa usai ledakan bom bunuh diri di bandara Kabul di tengah proses evakuasi AS usai berkuasanya kembali kelompok Taliban. Misi militer AS di Afghanistan resmi diakhiri pada 30 Agustus, satu menit menjelang dini hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bom bunuh diri di bandara Kabul diklaim dilakukan oleh kelompok militan Islamic State Khorasan (ISIS-K). "Intelijen AS melacak keberadaan mobil seorang pekerja kemanusiaan yang diyakini terkait dengan militan ISIS-K selama delapan jam," kata Jenderal Kenneth McKenzie dari Komando Sentral AS.
 
Investigasi menunjukkan bahwa mobil pekerja kemanusiaan itu pernah berada di sebuah kompleks terasosiasi ISIS-K. Pergerakan pekerja itu sejalan dengan beberapa data intelijen lain terkait rencana serangan bom bunuh diri di bandara Kabul.
 
Pada satu waktu, sebuah drone pengawas melihat seorang pria memasukkan objek mirip bahan peledak ke sebuah mobil. Namun ternyata, objek tersebut hanyalah tempat penampung air.
 
McKenzie mendeskripsikan serangan yang menewaskan 10 warga sipil di Kabul sebagai "kesalahan tragis." Ia menambahkan, Taliban tidak terlibat dalam intelijen yang berujung pada serangan udara tersebut.
 
Baca:  Drone AS Bunuh Militan ISIS-K Perancang Serangan di Bandara Kabul
 
Serangan udara dilakukan saat saat pekerja kemanusiaan bernama Zamairi Akmadhi masuk ke garasi rumahnya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari bandara. Serangan udara AS memicu ledakan kedua, yang awalnya diyakini AS sebagai bukti adanya bahan peledak di dalam mobil Akmadhi.
 
Namun ternyata investigasi menemukan fakta bahwa ledakan kedua kemungkinan berasal dari tabung gas di area garasi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif