NEWSTICKER
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)

Tekan Penyebaran Covid-19, Maduro Karantina Venezuela

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 17 Maret 2020 09:52
Caracas: Presiden Nicolas Maduro mendeklarasikan karantina berskala nasional untuk menekan penyebaran virus korona covid-19. Kebijakan terbaru Maduro akan mulai diberlakukan hari ini, Selasa 17 Maret 2020.
 
"Karantina adalah kebijakan yang keras, tapi penting," ucap Maduro, dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional Venezuela. Ia meminta semua gubernur, wali kota, kepala militer, dan otoritas kesehatan di Venezuela untuk mendukung kebijakan ini.
 
Dikutip dari Sputnik, Maduro juga mengonfirmasi tambahan sejumlah kasus covid-19 di Venezuela. Menurutnya, 16 kasus korona telah tercatat di Venezuela dalam 24 jam terakhir, yang menjadikan angka totalnya mencapai 33.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tujuh dari 23 negara bagian di Venezuela telah menerapkan kebijakan karantina parsial sejak Selasa kemarin.
 
Sejumlah negara telah menerapkan kebijakan serupa dalam upaya memerangi covid-19. Italia menjadi negara pertama yang menerapkan penutupan total (lockdown) berskala nasional.
 
Kebijakan Italia kemudian diikuti beberapa negara lain, termasuk Spanyol yang sama-sama berada di benua Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini Eropa telah menjadi pusat pandemi covid-19.
 
Tiongkok, negara pertama tempat munculnya covid-19, pernah memberlakukan karantina total di provinsi Hubei. Ibu kota dari provinsi tersebut diyakini sebagai sumber kemunculan virus tersebut pada akhir 2019.
 
Kebijakan Tiongkok dalam menutup total Hubei berujung manis, karena jumlah kasus dan kematian terbaru akibat covid-19 di negara tersebut turun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
 
Data terbaru Universitas Johns Hopkins per hari ini, Selasa 17 Maret 2020, mencatat total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 181 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 78.989.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif