Vaksin Johnson & Johnson hanya membutuhkan satu dosis per individu. (JUSTIN TALLIS/AFP)
Vaksin Johnson & Johnson hanya membutuhkan satu dosis per individu. (JUSTIN TALLIS/AFP)

FDA AS Izinkan Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Internasional amerika serikat Virus Korona vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Willy Haryono • 28 Februari 2021 08:20
Washington: Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan perusahaan Johnson & Johnson. Ini merupakan vaksin ketiga yang mendapat izin penggunaan di AS.
 
Vaksin Johnson & Johnson akan menjadi alternatif yang lebih efektif dalam hal harga dibanding produk Pfizer dan Moderna. Vaksin ini hanya membutuhkan satu dosis per individu, dan dapat disimpan di dalam kulkas biasa.
 
Baca:  Vaksin Covid-19 Satu Dosis dari Johnson & Johnson Dinyatakan Efektif

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uji klinis menunjukkan bahwa vaksin Johnson & Johnson mampu mencegah gejala serius Covid-19. Namun tingkat efektivitasnya hanya berada di angka 66 persen untuk kasus-kasus moderat.
 
Dikutip dari laman BBC pada Minggu, 28 Februari 2021, AS adalah negara pertama yang mengeluarkan izin penggunaan vaksin Johnson & Johnson buatan firma asal Belgia, Janssen. Pihak perusahaan sepakat menyalurkan 100 juta dosis vaksin Johnson & Johnson ke AS hingga akhir Juni mendatang.
 
Inggris, Uni Eropa, dan Kanada juga telah memesan vaksin Johnson & Johnson, dengan 500 juta dosis telah dipesan melalui skema berbagi Covax.
 
Izin penggunaan vaksin Johnson & Johnson oleh FDA dikeluarkan usai jajaran komite pakar eksternal secara bulat mendukung produk tersebut pada Jumat kemarin.
 
Hasil dari uji klinis di AS, Afrika Selatan, dan Brasil memperlihatkan bahwa vaksin Johnson & Johnson memiliki tingkat efikasi hingga lebih dari 85 persen untuk mencegah gejala parah, dan 66 persen untuk kasus-kasus moderat.
 
Tidak ada kematian di kalangan peserta uji klinis vaksin Johnson & Johnson, dan tidak ada satu pun yang dibawa ke rumah sakit dalam kurun waktu 28 hari usai penyuntikan.
 
Perlindungan vaksin Johnson & Johnson di Afrika Selatan dan Brasil relatif rendah dibanding AS. Ini dikarenakan adanya varian baru Covid-19 di dua negara tersebut. Namun jika menghadapi kasus-kasus berat atau kritis, perlindungan yang diberikan vaksin Johnson & Johnson di Afsel dan Brasil juga "sama tingginya" seperti di AS.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif