Menlu interim Republik Ceko Jan Hamacek saat berada di Praha pada 19 April 2021. (Michal Cizek / AFP)
Menlu interim Republik Ceko Jan Hamacek saat berada di Praha pada 19 April 2021. (Michal Cizek / AFP)

Republik Ceko Minta Uni Eropa dan NATO Usir Diplomat Rusia

Internasional nato politik rusia rusia uni eropa republik ceko Politik Ceko
Willy Haryono • 21 April 2021 14:09
Praha: Republik Ceko meminta negara-negara anggota Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengusir diplomat Rusia pada Selasa, 20 April. Seruan disampaikan saat hubungan diplomatik antara Ceko dan Rusia terus memburuk dari hari ke hari.
 
Beberapa hari lalu, Ceko mengusir 18 diplomat Rusia atas tuduhan keterlibatan agen intelijen Moskow dalam ledakan gudang amunisi di tahun 2014. Rusia menyebut tudingan tersebut sebagai sesuatu yang "absurd."
 
"Kami menyerukan aksi kolektif yang ditujukan kepada pengusiran sejumlah agen intelijen Rusia dari negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO," ujar Menteri Luar Negeri interim Ceko, Jan Hamacek, dilansir dari laman DW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hamacek berencana memanggil duta besar Rusia pada Rabu ini, 21 April 2021, untuk membicarakan kelanjutan dari ketegangan antar kedua negara.
 
Otoritas Ceko mengaku telah mengidentifikasi dua agen intelijen Rusia yang terlibat dalam ledakan di gudang senjata tujuh tahun lalu. Praha meminta keduanya untuk segera angka kaki.
 
Moskow membantah terlibat dalam ledakan di gudang amunisi yang menewaskan dua orang. Sebagai balasan atas pengusiran, Rusia pun mengusir 20 diplomat Ceko dari Moskow.
 
Baca:  Aksi Saling Balas Berlanjut, Rusia Usir 20 Diplomat Republik Ceko
 
Ini merupakan ketegangan terbesar antara Ceko dan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet di tahun 1989. Aksi saling usir ini juga terjadi di tengah ketegangan antara Rusia dan dunia Barat.
 
Kemenlu Amerika Serikat memuji langkah tegas Praha terhadap "aksi subversi Rusia di tanah Ceko."
 
Sebelumnya pada pekan kemarin, AS telah mengumumkan sanksi dan pengusiran 10 diplomat Rusia atas tuduhan intervensi pemilihan umum 2020, serangan siber, dan berbagai aksi buruk lainnya.
 
Merespons sanksi dan pengusiran, Rusia juga mengusir 10 diplomat AS. Tidak hanya itu, sejumlah pejabat AS juga dilarang memasuki Rusia hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif