NEWSTICKER
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Dikabarkan Coba Beli Lisensi Vaksin Jerman Terkait Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Medcom • 16 Maret 2020 21:10
Berlin: Sejumlah pejabat di Berlin mengatakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berusaha merayu sebuah perusahaan Jerman yang saat ini tengah mengembangkan vaksin dari virus korona covid-19. Trump dikabarkan telah menawarkan uang dalam jumlah besar agar perusahaan CureVac mau memindahkan riset vaksinnya saat ini dari Jerman ke AS.
 
Dikutip dari New York Times, Senin 16 Maret 2020, tawaran tersebut disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada 2 Maret. Kala itu, pertemuan melibatkan Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, dan kepala eksekutif Curevac, Daniel Menichella.
 
"Kami sangat yakin dapat mengembangkan sebuah vaksin efektif dalam hitungan bulan," ujar Menichella saat bertemu Trump dan Pence di Gedung Putih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun sekitar empat atau lima hari lalu, CureVac mengumumkan bahwa Menichella -- seorang warga AS -- mundur dari perusahaan tersebut yang telah dipimpinnya selama dua tahun.
 
CureVac tidak menyebutkan alasan kemunduran Menichella. Salah satu pendiri perusahaan tersebut, Ingmar Hoerr, dikabarkan akan menjadi pengganti Menichella.
 
Hoerr telah berterima kasih kepada Menichella atas berbagai pencapaiannya di CureVac, termasuk mengenai "dimulainya program vaksin korona."
 
Minggu 15 Maret, CureVac mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Jerman terkait program vaksin tersebut. "CureVac menolak berkomentar mengenai spekulasi media saat ini, dan membantah klaim mengenai penjualan perusahaan atau teknologinya," ungkapnya.
 
Jajaran pejabat Gedung Putih belum merespons permintaan media untuk mengomentari hal tersebut. Namun dua pejabat AS mengatakan bahwa beberapa media Jerman terlalu berlebihan dalam merilis berita terkait CureVac, terutama mengenai upaya AS dalam membeli lisensi vaksin yang tengah dikembangkan.
 
Salah satu pejabat itu mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah berbicara dengan lebih dari 25 perusahaan yang tengah mengembangkan vaksin korona. Ia meyakinkan bahwa solusi apapun yang ditemukan AS, akan dibagikan kepada seluruh dunia.
 
Saat ditanya awak media mengenai apakah AS benar-benar mencoba membeli lisensi vaksin CureVac, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengaku telah mendengar kabar tersebut, dan berencana mendiskusikannya dengan tim krisis covid-19 Jerman.
 
Satu pejabat Jerman lainnya, yang menolak diidentifikasi karena tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan bahwa CureVac memang telah ditawari uang "dalam jumlah besar" oleh AS.
 
Surat kabar Die Welt melaporkan bahwa Pemerintah Jerman juga telah melakukan penawaran kepada CureVac agar tidak memindahkan risetnya ke AS. "Penjualan vaksin secara eksklusif ke AS harus dicegah dengan segala cara," tutur Karl Lauterbach, seorang anggota parlemen Jerman yang juga merupakan profesor bidang epidemi. "Kapitalisme ada batasnya," lanjut dia.
 
Peter Altmaier, Menteri Ekonomi Jerman, memuji CureVac yang tidak tergoda oleh tawaran AS. "Keputusan yang luar biasa. Jerman tidak dijual," tegasnya. (Flory Ambarita)
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif