Seorang perempuan menggunakan face shield dalam meminimalisasi penyebaran covid-19 di area publik. (Foto: AFP)
Seorang perempuan menggunakan face shield dalam meminimalisasi penyebaran covid-19 di area publik. (Foto: AFP)

WHO Mengakui Risiko Penularan Covid-19 via Udara

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 08 Juli 2020 09:45
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyadari adanya bukti-bukti baru yang menguatkan pernyataan bahwa partikel-partikel kecil virus korona (covid-19) dapat bertahan di udara dan menjangkiti manusia. Seorang petinggi PBB, Benedetta Allegranzi, mengatakan kemungkinan transmisi udara ini tidak dapat diabaikan untuk area ramai, ruang tertutup, atau yang kurang memiliki ventilasi udara.
 
Pernyataan Allegranzi disampaikan usai lebih dari 200 ilmuwan menuding WHO telah meremehkan kemungkinan penularan covid-19 melalui udara. Selama ini, WHO mengatakan sebagian besar penularan covid-19 berasal dari percikan cairan tubuh pasien saat batuk atau bersin.
 
"Kami ingin mereka (WHO) mengakui bukti-bukti ini," kata Jose Jimenez, seorang ahli kimia dari University of Colorado yang turut menandatangani surat terbuka terkait transmisi covid-19 via udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bukanlah sebuah serangan terhadap WHO. Ini adalah debat ilmiah, tapi kami merasa perlu menyampaikannya ke publik karena mereka menolak mendengarkan bukti-bukti baru," sambung dia, dilansir dari laman BBC, Rabu 8 Juli 2020.
 
Allegranzi mengakui Jimenez dan 200 ilmuwan lainya, namun menekankan bahwa bukti-bukti tersebut baru berada dalam tahap awal dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
 
"Kemunculan bukti-bukti transmisi udara virus korona di area ramai, tertutup, dan memiliki sirkulasi udara yang buruk tak dapat diabaikan," ungkap Allegranzi.
 
Bukti-bukti mengenai transmisi udara disampaikan dalam surat terbuka yang akan dirilis dalam jurnal Clinical Infectious Disease. Surat itu sudah didukung oleh lebih dari 200 ilmuwan, termasuk beberapa yang terlibat dalam pembuatan panduan WHO.
 
Para ilmuwan mengatakan bahwa bukti-bukti terbaru, termasuk dari pabrik daging tempat terjadinya wabah covid-19, mengindikasikan bahwa transmisi udara mungkin harus lebih diperhatikan.
 
Linsey Marr, seorang pakar virus di Virginia Tech, mengatakan kepada New York Times bahwa WHO mengandalkan studi dari sejumlah rumah sakit yang menyebutkan minimnya penyebaran covid-19 via udara.
 
Ia menilai studi-studi tersebut cenderung meremehkan risiko transmisi udara, karena di sebagian besar ruangan tertutup, "sirkulasi udara biasanya jauh lebih rendah" dari area terbuka
 

(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif