NEWSTICKER
Beberapa warga berjalan di Via del Corso di Roma, Italia, di tengah kebijakan lockdown covid-19, 10 Maret 2020. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)
Beberapa warga berjalan di Via del Corso di Roma, Italia, di tengah kebijakan lockdown covid-19, 10 Maret 2020. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)

Korban Covid-19 Lampaui 4.000, Italia Perketat Lockdown

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 21 Maret 2020 09:14
Roma: Pemerintah Italia memperketat kebijakan lockdown berskala nasional usai jumlah korban tewas akibat penyakit virus korona (covid-19) di negara tersebut mencapai 627 dalam satu hari pada Jumat 20 Maret. Tambahan data terbaru menjadikan total kematian akibat covid-19 di Italia menyentuh angka 4.032.
 
Merespons kondisi ini, pemerintah pusat Italia di Roma mengatakan bahwa mulai hari ini, Sabtu 21 Maret 2020, semua taman akan ditutup dan warga diimbau untuk berolahraga di sekitar rumah masing-masing.
 
"Kita semua harus berbuat lebih untuk mengendalikan infeksi ini. Perilaku yang tepat dari semua orang merupakan hal penting untuk bisa menang dalam pertempuran ini," ucap Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Italia mengaku frustrasi dalam beberapa hari terakhir karena melihat masih banyak warga Italia yang beraktivitas di luar ruangan meski sudah diimbau untuk tetap berada di rumah.
 
Lewat pengetatan lockdown di Italia, semua orang kini dilarang melakukan aktivitas jogging dan bersepeda di ruang publik. Padahal sebelumnya, dua aktivitas tersebut masih dibolehkan meski Italia dilanda covid-19.
 
"Sudah ada ratusan hingga ribuan korban tewas. Apa lagi yang harus kami lakukan agar masyarakat paham mengenai tragedi ini?" tanya Sergio Venturi, kepala respons virus korona di wilayah Emilia-Romagna.
 
Wali Kota dari Bergamo, salah satu kota terparah dilanda covid-19 di Lombardy, mengklaim bahwa jumlah kematian akibat virus tersebut di wilayahnya empat kali lipat lebih tinggi dari data resmi.
 
"Banyak orang lanjut usia meninggal di rumah masing-masing atau di panti jompo. Banyak dari mereka tidak sempat menjalani tes," ujar Giorgio Gori. Ia menambahkan bahwa belasan wali kota lainnya juga mengonfirmasi hal yang sama kepadanya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins per Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 172 ribu. Sementara angka korban tewas akibat covid-19 telah melampaui 11 ribu, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 87.966.
 
Italia telah melampaui Tiongkok sebagai negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat covid-19. Sementara jumlah kasus covid-19 di Italia saat ini telah mencapai 47.021, dari sebelumnya di kisaran 41 ribu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif