Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam konferensi pers di Kiev, 28 Juli 2022. (Sergei SUPINSKY / AFP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam konferensi pers di Kiev, 28 Juli 2022. (Sergei SUPINSKY / AFP)

Zelensky Serukan Evakuasi Warga Sipil di Donetsk Ukraina

Willy Haryono • 31 Juli 2022 08:20
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan evakuasi kepada warga sipil di area-area dekat lokasi pertempuran dengan pasukan Rusia di wilayah Donetsk pada Sabtu, 30 Juli. Seruan disampaikan di saat Ukraina meminta Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelamatkan para prajuritnya yang tengah ditahan pasukan Rusia.
 
Wilayah Donetsk di Ukraina timur terus digempur pasukan Rusia dalam beberapa bulan terakhir, setelah Moskow gagal merebut ibu kota Kiev sejak dimulainya invasi pada 24 Februari lalu.
 
Zelensky mengingatkan bahwa ribuan warga sipil, termasuk anak-anak, masih berada di area-area dekat lokasi pertemuan di Donetsk. Jumat kemarin di Donetsk, enam warga sipil tewas dan 15 lainnya terluka akibat terkena dampak serangan Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah ada keputusan pemerintah mengenai evakuasi wajib dari Donetsk," kata Zelensky, dikutip dari Malay Mail, Minggu, 31 Juli 2022.
 
"Tolong pergi, dan kami akan membantu. Di fase perang saat ini, teror adalah senjata utama Rusia," sambungnya.
 
Seperti sebelumnya, Zelensky kembali menekan komunitas internasional, terutama Amerika Serikat (AS), untuk mendeklarasikan Rusia sebagai "negara pendukung terorisme."
 
Ia menekankan kembali seruan tersebut satu hari usai sebuah penjara yang menampung sejumlah prajurit Ukraina di Olenivka terkena serangan bom yang menewaskan sejumlah orang. Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas serangan tersebut.
 
Sabtu kemarin, pejabat hak asasi manusia Ukraina Dmytro Lubinets mengatakan di televisi nasional bahwa dirinya telah meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan PBB untuk pergi ke Olenivka.
 
ICRC sudah melayangkan permohonan, namun belum mendapat jawaban dari otoritas Olenivka yang kini dikuasai Rusia.
 
Baca:  Rusia Tuduh Ukraina Serang Penjara, 40 Tawanan Dilaporkan Tewas
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif