Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal jelajah Korea Utara. (AFP)
Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal jelajah Korea Utara. (AFP)

Laporan Intelijen AS: Rusia Beli Jutaan Roket dan Artileri dari Korut

Marcheilla Ariesta • 06 September 2022 14:13
Moskow: Rusia saat ini sedang dalam proses membeli jutaan roket dan artileri dari Korea Utara (Korut) untuk dipakai dalam invasi di Ukraina. Hal ini disampaikan dalam laporan terbaru intelijen Amerika Serikat (AS).
 
"Kementerian Pertahanan Rusia beralih ke negara terisolasi Korea Utara, memperlihatkan bahwa militer mereka terus mengalami kekurangan pasokan yang parah di Ukraina, yang sebagiannya terjadi karena kontrol ekspor dan sanksi," kata seorang pejabat AS, dilansir dari Independent, Selasa, 6 September 2022.
 
Para pejabat intelijen AS meyakini bahwa Rusia dapat membeli tambahan peralatan militer dari Korut di masa mendatang. Temuan intelijen ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat AS itu tidak merinci berapa banyak persenjataan yang ingin atau sudah dibeli Rusia dari Korut.
 
Pekan lalu, Gedung Putih mengatakan bahwa Rusia menghadapi masalah teknis dengan pesawat nirawak (drone) buatan Iran yang didapat dari Teheran pada Agustus lalu. Drone-drone itu juga digunakan Rusia untuk operasi militer di Ukraina.
 
Sementara itu, Korut diduga sedang berusaha meningkatkan hubungan dengan Rusia, karena sebagian besar Eropa dan Barat cenderung menjauh. Pyongyang menyalahkan AS atas krisis Rusia-Ukraina, dan mengecam 'kebijakan hegemonik' Barat dalam menyikapi peperangan tersebut.
 
Korut telah mengisyaratkan minat untuk mengirim pekerja konstruksi untuk membantu membangun kembali wilayah yang diduduki Rusia di timur Ukraina.
 
Duta Besar Korea Utara untuk Rusia baru-baru ini bertemu dengan utusan dari dua wilayah separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas, Ukraina. Ia menyatakan optimisme tentang kerja sama di bidang migrasi tenaga kerja.
 
Saat ini Korut merupakan satu-satunya negara selain Rusia dan Suriah yang mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk di Donbas.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korut Kim Jong-un baru-baru ini bertukar surat. Mereka berdua menyerukan kerja sama komprehensif, strategis dan taktis antara kedua negara.
 
Baca:  Rusia Klaim Telah 3 Kali Luncurkan Rudal Kinzhal di Ukraina
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif