Tentara. Foto: AFP
Tentara. Foto: AFP

Serangan Serentak di 3 Pangkalan Militer Kolombia, 1 Tentara Tewas

Internasional terorisme penyerangan kolombia
Yogi Bayu Aji • 28 Januari 2022 05:37
Bogota: Presiden Kolombia Ivan Duque mengatakan serangan dilakukan oleh kelompok gerilya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan mantan anggota kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) ke sebuah pangkalan militer. Kedua kelompok ini menolak bergabung dengan kesepakatan damai 2016 yang ditandatangani antara pemerintah dan FARC.
 
“Kami mengutuk serangan teroris serentak terhadap Angkatan Bersenjata kami oleh para pembangkang FARC dan ELN. Jelaskan bahwa Kolombia tidak tunduk pada penjahat dan kami akan terus menghadapi mereka dengan segala kekuatan," tulis Duque di Twitter, seperti dikutip Anadolu, Jumat 28 Januari 2021.
 
Duque juga menyatakan belasungkawa atas tentara yang tewas dalam serangan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 23 Orang Tewas dalam Pertempuran Antar Grup Pemberontak di Kolombia
 
“Akibat serangan pengecut ini, tentara Faider Martinez Gomez kehilangan nyawanya dan lebih dari 18 tentara terluka. Kepada keluarga para pahlawan tanah air ini kami sampaikan solidaritas dan dukungan penuh kami,” ujar Duque.
 
Di Departemen Norte de Santander, tujuh granat diduga dilemparkan dari truk sampah di Batalyon Infanteri Francisco de Paula Santander di Ocana, menyebabkan dua tentara terluka yang dibawa ke rumah sakit. 
 
“Bahan peledak juga menyerang tempat tinggal militer dan heliport garnisun,” menurut sebuah pernyataan oleh tentara. 
 
Sementara itu, pangkalan militer lainnya diserang dengan granat di Aguachica, Cesar. Serangan ketiga terjadi di pangkalan Chiriguana di Departemen Cesar di mana Martinez terbunuh dan seorang tentara lainnya terluka.
 
“Saat ini, dua tentara mengalami luka serius dan mereka harus dikirim ke Rumah Sakit Aguachica, dan 18 lainnya dengan luka ringan dirawat di unit militer yang sama oleh petugas kesehatan,” kata pernyataan itu.
 
Jenderal Omar Sepulveda Carvajal, Komandan Divisi Angkatan Darat Kedua, mengatakan kepada radio lokal bila serangan tersebut merupakan pembalasan atas operasi militer terhadap perdagangan narkoba di Norte de Santander.
 
Kolombia telah menyaksikan gelombang kekerasan antara gerilyawan pembangkang dan kelompok pemberontak ELN yang berjuang untuk menguasai tanaman koka dan rute perdagangan di negara itu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif