Presiden AS Joe Biden berbicara di Gedung Putih pada Selasa, 20 April 2021, usai keluarnya vonis bersalah Derek Chauvin. (POOL / Getty / AFP)
Presiden AS Joe Biden berbicara di Gedung Putih pada Selasa, 20 April 2021, usai keluarnya vonis bersalah Derek Chauvin. (POOL / Getty / AFP)

Biden Sebut Vonis Bersalah Derek Chauvin Kemajuan dalam Keadilan Rasial

Internasional Amerika Serikat rasisme rasisme as joe biden Kematian George Floyd Kamala Harris
Willy Haryono • 21 April 2021 08:38
Washington: Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut vonis bersalah terhadap Derek Chauvin, mantan polisi pembunuh pria kulit hitam George Floyd, adalah kemajuan dalam keadilan rasial. Namun ia mengingatkan vonis semacam itu "masih terlalu langka" sehingga reformasi legislatif diperlukan ke depannya.
 
Chauvin dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan terkait kematian Floyd tahun lalu. Kasus ini telah menyita perhatian masyarakat AS dan juga banyak negara di dunia.
 
Berbicara dari Gedung Putih, Biden menilai vonis bersalah Chauvin dapat membantu mencapai impian keadilan rasial di Amerika. Untuk benar-benar mewujudkannya, ucap Biden, para anggota Kongres perlu meloloskan legislasi reformasi kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada satu hal pun yang dapat mengembalikan saudara atau ayah mereka kembali. Tapi (vonis bersalah Chauvin) dapat menjadi lompatan besar ke depan dalam keadilan di Amerika," kata Biden, dilansir dari laman Bellingham Herald pada Rabu, 21 April 2021.
 
"Tapi saya tegaskan bahwa vonis semacam ini masih terlalu langka," sambungnya.
 
Baca:  Mantan Polisi Pembunuh George Floyd Divonis Bersalah
 
Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menonton penjatuhan vonis terhadap Chauvin di Gedung Putih. Usai vonis dibacakan, Biden, Harris, dan Ibu Negara Jill Biden berbicara dengan keluarga Floyd di Oval Office.
 
Dalam pertemuan tersebut, keluarga Floyd mengekspresikan kelegaan mereka atas vonis Chauvin. Harris, dalam pernyataan sebelum Biden, mengatakan bahwa masalah rasial berdampak terhadap semua warga AS.
 
"Ketidakadilan rasial bukan hanya masalah orang kulit hitam Amerika, atau warna kulit lainnya. Ini adalah masalah bagi semua warga Amerika. Masalah ini menghambat kita dalam memenuhi janji kebebasan dan keadilan bagi semua," ungkap Harris.
 
Sebelum vonis Chauvin dibacakan, Biden sempat mengungkapkan pandangannya. "Saya berharap vonisnya nanti adalah vonis yang benar. Menurut pandangan saya, (bukti-bukti yang memberatkan Chauvin) sudah sangat banyak," tutur Biden.
 
Chauvin dituduh membunuh Floyd di kota Minneapolis tahun lalu. Floyd meninggal usai Chauvin menindih lehernya dengan menggunakan lutut. Dalam video amatir, terlihat Floyd yang berkata, "saya tidak bisa bernapas," dalam kondisi tertindih lutut Chauvin.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif