Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. (AFP)
Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. (AFP)

Mantan Presiden Prancis Jalani Sidang Kasus Korupsi

Internasional kasus korupsi prancis politik prancis
Willy Haryono • 23 November 2020 08:05
Paris: Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menjalani persidangan kasus korupsi pada Senin, 23 November 2020, yang melibatkan tudingan menyuap seorang hakim dan penyalahgunaan wewenang. Dugaan korupsi ini merupakan satu dari beberapa investigasi yang dilakukan otoritas Prancis terhadap Sarkozy.
 
Dikutip dari laman VOA pada Minggu, 22 November 2020, tim jaksa menuding Sarkozy telah menawarkan pekerjaan di Monako kepada hakim Gilbert Azibert sebagai ganti atas informasi rahasia mengenai penyelidikan yang dijalankan terhadap dirinya.
 
Penyelidikan itu terkait dugaan Sarkozy telah menerima aliran dana ilegal dari petinggi L'Oreal, Liliane Bettencourt, dalam kampanye pemilu Prancis 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarkozy, yang memimpin Prancis dari 2007 hingga 2012, masih tetap berpengaruh di kalangan konservatif Prancis. Ia membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya, dan berjuang keras agar semua tuntutan dicabut.
 
Sejak 2013, tim investigator telah menyadap percakapan antara Sarkozy dan pengacaranya, Thierry Herzog, terkait dugaan pendanaan dari Libya dalam kampanye 2017.
 
Tim investigator mengetahui bahwa Sarkozy dan pengacaranya berkomunikasi dengan telepon genggam yang memakai identitas palsu. Telepon Sarkozy ternyata terdaftar atas nama Paul Bismuth.
 
Baca:  Pengadilan Prancis Putuskan Nicolas Sarkozy Harus Diadili
 
Penyadapan juga menunjukkan bahwa Sarkozy dan Herzog berdiskusi mengenai hakim Azibert. Tim jaksa menuduh Sarkozy telah menawarkan pekerjaan kepada Azibert sebagai ganti atas informasi internal yang bersifat rahasia.
 
"Azibert tidak pernah mendapat pekerjaan di Monako," tutur Sarkozy kepada saluran televisi BFM TV bulan ini.
 
Herzog dan Azibert sama-sama menjalani persidangan bersama Sarkozy, dengan tuntutan korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Mereka juga dituduh "melanggar kerahasiaan profesional," dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.
 
Selama bertahun-tahun, Sarkozy dan jajaran tokoh dari partai Les Republicains mengatakan bahwa semua investigasi ini bermotif politik.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif