Sekitar 25 ribu personel Garda Nasional disiagakan di Washington DC untuk mengamankan acara pelantikan Joe Biden pada 20 Januari 2021. (Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty)
Sekitar 25 ribu personel Garda Nasional disiagakan di Washington DC untuk mengamankan acara pelantikan Joe Biden pada 20 Januari 2021. (Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty)

Pentagon Antisipasi 'Serangan Orang Dalam' saat Pelantikan Biden

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pelantikan Joe Biden Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 18 Januari 2021 11:11
Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengaku khawatir atas potensi terjadinya "serangan orang dalam (insider attack)" dalam acara pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Biro Investigasi Federal (FBI) pun mencoba meredam kekhawatiran dengan memeriksa 25 ribu personel Garda Nasional AS disiagakan untuk pengamanan acara pelantikan Biden di Washington DC.
 
Langkah Pentagon dan FBI merefleksikan kekhawatiran serius mengenai faktor keamanan di Washington DC usai terjadinya penyerbuan sekelompok massa pendukung Presiden AS Donald Trump ke Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.
 
Pemeriksaan mendalam yang dilakukan FBI juga menggarisbawahi kekhawatiran bahwa ancaman bisa saja datang dari beberapa orang yang ditugaskan menjaga Biden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Pria Bersenjata Ditangkap saat Hendak Masuk ke Area Pelantikan Biden
 
Sekretaris Militer AS Ryan McCarthy mengatakan bahwa Pentagon menyadari kemungkinan adanya ancaman serangan dari "orang dalam." Ia meminta para komandan untuk mewaspadai potensi kemunculan masalah dari jajaran militer AS.
 
Namun hingga sejauh ini, Pentagon dan FBI belum memiliki bukti konkret mengenai adanya ancaman nyata dari jajaran aparat keamanan AS. Pemeriksaan yang dilakukan FBI juga berlangsung mulus tanpa adanya kekhawatiran mengenai potensi ancaman.
 
"Kami terus menjalani proses pemeriksaan ini terhadap semua orang yang ditugaskan dalam operasi (pengamanan pelantikan Joe Biden) ini," tutur McCarthy, dikutip dari laman nzherald.co.nz pada Senin, 18 Januari 2021.
 
Pernyataan disampaikan McCarthy usai dirinya dan beberapa petinggi militer lain menjalani latihan pengamanan pelantikan Biden selama lebih kurang tiga jam.
 
Ia mengatakan, jajaran personel Garda Nasional juga telah dilatih untuk mengidentifikasi potensi terjadinya "serangan orang dalam."
 
Sekitar 25 ribu personel Garda Nasional telah dikerahkan dari berbagai negara bagian menuju Washington DC. Jumlah ini berkisar 2,5 kali lebih banyak dari beberapa acara pelantikan sebelumnya.
 
Selama ini militer AS selalu melakukan pemeriksaan berkala terhadap setiap personelnya. Pemeriksaan tambahan yang dilakukan FBI dilakukan demi memastikan seluruh personel Garda Nasional AS hanya fokus menjalankan tugasnya, yakni mengamankan pelantikan Biden.
 
Sejumlah pejabat AS mengatakan, proses pemeriksaan Garda Nasional yang dikerahkan ke Washington DC sudah dilakukan lebih dari sepekan lalu. Proses pemeriksaan ini dijadwalkan berakhir pada Rabu, di hari yang sama Biden resmi dilantik sebagai presiden ke-46 AS.
 
"Pertanyaannya adalah, apakah ini sudah cukup? apakah ada orang lain (yang harus diperiksa)? Kami harus menjalankan mekanisme secara seksama untuk memeriksa seluruh orang yang terlibat dalam operasi seperti ini," pungkas McCarthy.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif