Pasukan Azerbaijan meluncurkan serangan artileri ke arah separatis Armenia di Nagorno-Karabakh pada Senin 28 September 2020. (HO/Azerbaijan Defense Ministry/AFP)
Pasukan Azerbaijan meluncurkan serangan artileri ke arah separatis Armenia di Nagorno-Karabakh pada Senin 28 September 2020. (HO/Azerbaijan Defense Ministry/AFP)

Armenia Konfirmasi 84 Kematian dalam Perang Melawan Azerbaijan

Internasional konflik armenia-azerbaijan
Willy Haryono • 29 September 2020 11:18
Nagorno: Armenia mengonfirmasi kematian 84 prajurit mereka dalam perang melawan Azerbaijan di wilayah konflik Nagorno-Karabakh. Kedua negara telah bertempur dan sama-sama mengerahkan alat berat ke Nagorno-Karabakh sejak akhir pekan kemarin.
 
Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dikuasai grup etnis Armenia. Puluhan ribu orang tewas dalam konflik memperebutkan wilayah tersebut, yang sudah dimulai sejak awal 1990-an.
 
Menurut laporan media lokal Armenia, pasukan Azerbaijan telah menguasai beberapa wilayah yang sebelumnya dikuasai Armenia: Garakhanbeyli, Garvend, Kend Horadiz, desa-desa Yukhari Abdulrahmanli (distrik Fuzuli), Boyuk Marjanli, dan desa-desa Nuzgar (distrik Jabrayil).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senin kemarin, kelompok separatis Armenia mengonfirmasi bahwa 15 prajurit mereka tewas dalam pertempuran melawan pasukan Azerbaijan yang memasuki hari kedua.
 
Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan, baku tembak terus berlanjut sejak Minggu malam hingga Selasa ini. Armenia mengklaim telah berhasil merebut kembali beberapa posisi yang sebelumnya dikuasai pasukan Azerbaijan.
 
Kedua kubu sama-sama mengklaim telah membuat kemajuan berarti dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh.
 
"Pasukan Azerbaijan melancarkan operasi masif di Karabakh selatan dan utara," tutur juru bicara Kemenhan Armenia, Artsrun Hovhannisyan pada Senin malam, dilansir dari laman DW, Selasa 29 September 2020.
 
Sementara itu, para pemimpin global dan organisasi internasional sama-sama menyerukan agar Armenia dan Azerbaijan berhenti bertempur.
 
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyerukan Armenia dan Azerbaijan untuk segera mengakhiri pertempuran di wilayah sengketa Nagarno-Karabakh. Komentar senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.
 
Guterres meminta Armenia dan Azerbaikan untuk segera menghentikan pertempuran, menurunkan ketegangan, dan kembali bernegosiasi.
 
Ketegangan kedua negara di Pegunungan Kaukasus belum juga terselesaikan selama lebih dari tiga dekade. Pertempuran antar Armenia dan Azerbaijan kerap terjadi dari waktu ke waktu.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif