Seorang demonstran membawa gambar wajah George Floyd di Minneapolis, AS pada 9 Maret 2021. Foto: AFP
Seorang demonstran membawa gambar wajah George Floyd di Minneapolis, AS pada 9 Maret 2021. Foto: AFP

Derek Chauvin Divonis Bersalah, Keluarga George Floyd: Kami Bisa Bernapas Lagi

Internasional Amerika Serikat penembakan as pembunuhan as Kematian George Floyd
Sri Yanti Nainggolan • 21 April 2021 15:51
Minneapolis: Keluarga George Floyd akhirnya merasa lega setelah mantan polisi Derek Chauvin divonis bersalah. Perjuangan mencari keadilan bagi kulit hitam akan terus diperjuangkan. 
 
"Hari ini, kami bisa bernapas lagi," kata Philonise Floyd, saudara laki-laki George dikutip dari CNN, Rabu, 21 April 2021.
 
Kematian George Floyd pada 25 Mei 2020, memicu gerakan protes terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Isu yang idangkat adalah ketidakadilan rasial dan akuntabilitas polisi. George masuk dalam daftar panjang orang kulit hitam yang terbunuh di tangan polisi. Hal itu mengubah rasa sakit mereka menjadi seruan untuk pertanggungjawaban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Philonise mengucapkan bahwa tindakan berupa protes tersebut akan dilakukan seumur hidup karena ini seperti lingkaran tanpa akhir. 
 
"Saya tidak hanya berjuang untuk George lagi. Saya berjuang untuk semua orang di seluruh dunia," ucap Philonise.
 
Terrence Floyd, saudara George yang lainnya, menggambarkan putusan pengadilan sebagai "monumental". Ia berterima kasih dan bangga pada George.
 
"Saya akan memberi hormat padanya (George) setiap hari dalam hidup saya. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana menjadi kuat," kata Terrence.
 
Mantan anggota polisi Minneapolis, Derek Chauvin divonis bersalah atas pembunuhan warga Amerika Serikat berkulit hitam, George Floyd. Derek Chauvin bisa dihukum hingga 40 tahun penjara.
 
Dilansir AFP, Rabu, 21 April 2021, sebelum memvonis bersalah, hakim terlebih dahulu berunding untuk menentukan status hukum Chauvin. Hakim berunding selama 11 jam.
 
Akibat perbuatannya, Chauvin didakwa atas tiga pasal yakni pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembantaian setelah hakim mempertimbangkan kesaksian dari 45 orang.

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif