Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal jelajah Korea Utara. (AFP)
Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal jelajah Korea Utara. (AFP)

AS Kecam Tiongkok dan Rusia atas Program Rudal Korea Utara

Willy Haryono • 05 November 2022 09:32
New York: Amerika Serikat (AS) dan bentrok dengan Tiongkok dan Rusia atas peluncuran rudal Korea Utara serta latihan militer yang dipimpin Amerika di Korea Selatan. Sekali lagi, perselisihan ini mencegah langkah konkret di Dewan Keamanan PBB yang terpecah.
 
Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, "59 peluncuran rudal balistik Korea Utara tahun ini," termasuk 13 peluncuran sejak 27 Oktober dan satu yang membuat "dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya" sekitar 50 kilometer dari pantai Korea Selatan, lebih dari sekadar memajukan kemampuan militer Pyongyang.
 
Menurutnya, rentetan uji coba itu hanya meningkatkan ketegangan dan memicu ketakutan di antara negara tetangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Thomas-Greenfield mengatakan, 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB telah mengutuk tindakan Korea Utara sejak awal 2022.
 
"Tetapi Pyongyang telah dilindungi oleh Rusia dan Tiongkok yang telah "membungkuk ke belakang" untuk membenarkan pelanggaran berulang terhadap sanksi PBB oleh Republik Rakyat Demokratik Korea, atau DPRK, nama resmi negara itu," ucapnya.
 
"Dan, pada gilirannya, mereka telah memberikan panggung bagi DPRK dan mengolok-olok dewan ini," kata Thomas-Greenfield, dikutip dari laman ABC News, Sabtu, 5 November 2022.
 
Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun membalas bahwa peluncuran rudal DPRK secara langsung terkait dengan berlangsungnya kembali latihan militer berskala besar AS-Korea Selatan setelah ditunda selama lima tahun, dengan ratusan pesawat tempur yang terlibat.
 
Dia juga menunjuk pada Tinjauan Postur Nuklir 2022 Departemen Pertahanan AS, yang menurutnya menggambarkan penggunaan senjata nuklir oleh DPRK. Thomas-Greenfield mengatakan bahwa mengakhiri rezim DPRK adalah salah satu tujuan utama strategi tersebut.
 
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva menyalahkan situasi buruk di Semenanjung Korea kepada "keinginan Washington untuk memaksa Pyongyang melucuti senjata secara sepihak dengan menggunakan sanksi dan tekanan."
 
Evstigneeva mengatakan, latihan AS-Korea Selatan yang dimulai pada 31 Oktober, dengan sekitar 240 pesawat militer, dan mengeklaim bahwa itu "pada dasarnya adalah latihan untuk melakukan serangan besar-besaran di wilayah DPRK."
 
Baca:  Kemarin 23 Rudal Ditembakkan, Hari Ini Korut Lepaskan Rudal Balistik di Atas Jepang
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif