Ilustrasi peretasan. (Medcom.id)
Ilustrasi peretasan. (Medcom.id)

Ukraina Klaim Miliki Bukti Keterlibatan Rusia dalam Peretasan Website Pemerintah

Internasional Amerika Serikat ukraina peretasan Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 16 Januari 2022 20:03
Kiev: Ukraina mengklaim memiliki "bukti" bahwa Rusia berada di balik serangan masif yang sempat menumbangkan beberapa website pemerintah. Peretasan ini terjadi di tengah ketegangan terkait potensi terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.
 
Kekhawatiran invasi dipicu penumpukan jumlah pasukan Rusia di wilayah perbatasan. Namun Moskow berulang kali membantah tuduhan akan melancarkan invasi ke negara tetangganya.
 
Jumat kemarin, Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia telah mengirim sekelompok agen dan mata-mata untuk membuat sebuah insiden yang nantinya dapat dijadikan alasan untuk melancarkan invasi ke Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua bukti mengarah ke Rusia sebagai dalang di balik serangan siber," ucap Kementerian Transformasi Digital Ukraina, dikutip dari Japan Times, Minggu, 16 Januari 2022.
 
"Moskow terus melancarkan perang secara hibrid," sambungnya.
 
Pihak kementerian meminta semua warga Ukraina untuk tidak panik, dan mengatakan bahwa data pribadi mereka terlindungi dari upaya peretasan. Menurut Kiev, tujuan dari peretasan oleh Rusia ini "bukan hanya untuk mengintimidasi masyarakat, tapi untuk menghambat pekerjaan di sektor publik dan merusak kepercayaan warga terhadap pemerintah."
 
Rusia membantah keras tuduhan tersebut, dan menegaskan tidak adanya bukti kuat yang mengarah ke sana. "Kami tidak terkait sama sekali dengan (peretasan) itu. Rusia tidak terkait dengan semua serangan siber ini," sebut juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, kepada media CNN.
 
"Ukraina selalu menyalahkan Rusia untuk segala sesuatunya, bahkan jika cuaca buruk terjadi di negara mereka," lanjutnya.
 
Baca:  AS Janji Berikan Dukungan Apapun untuk Ukraina Usai Peretasan Situs
 
Jumat malam kemarin, Kiev mengaku telah menemukan petunjuk awal bahwa badan keamanan Rusia mungkin berada di balik peretasan, yang telah menyerang total 70 website pemerintah Ukraina.
 
Perusahaan teknologi Microsoft mengatakan bahwa serangan siber di Ukraina bersifat destruktif dan dapat berimbas ke lebih banyak organisasi dari perkiraan semula. Microsoft mengaku sedang menganalisa malware yang digunakan dalam serangan beberapa hari lalu, dan mengingatkan bahwa peristiwa seperti ini dapat membuat infrastruktur digital Ukraina tidak dapat digunakan lagi.
 
"Malware yang didesain seperti ransomware ini bertujuan membuat alat-alat yang diserangnya menjadi tidak dapat dioperasikan, bukan untuk meminta uang tebusan seperti ransomware pada umumnya," tulis Microsoft dalam sebuah tulisan.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif