Amal Clooney dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia. Foto: AFP
Amal Clooney dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia. Foto: AFP

Istri George Clooney Jebloskan Perempuan Anggota ISIS ke Penjara

Internasional hak asasi manusia george clooney isis
Fajar Nugraha • 22 Juni 2021 11:57
London:  Amal Clooney tentunya sudah tidak asing lagi didengar. Dia adalah istri dari aktor ternama Hollywood, George Clooney.
 
Tetapi dia memiliki karier sendiri dan dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia terkenal. Kiprah terbarunya, dia berhasil mengamankan penuntutan anggota Islamic State (ISIS) yang melecehkan, memperbudak dan membantu pemerkosaan wanita Yazidi yang ditangkap. Klien Clooney adalah seorang perempuan Yazidi yang diambil dan diperbudak pada usia 14 tahun oleh kelompok teroris terkenal itu.
 
Penculiknya yang juga seorang perempuan adalah seorang warga Aljazair yang dikenal sebagai Sarah O. dan suaminya, seorang warga negara Jerman-Turki yang dikenal sebagai Ismail S.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Daily Mail, dia masih buron. Sementara Sarah O. ditangkap di Turki pada Februari 2018. Setelah tujuh bulan ditahan, dia dideportasi ke Jerman dan diadili.
 
“Putusan itu didengar Rabu lalu, dan berbuah pada hukuman enam setengah tahun di balik jeruji besi di Jerman bagi Sarah O,” sebut laporan Daily Mail, yang dikutip Arab News, Selasa 22 Juni 2021.
 
Dia dihukum karena keanggotaan dalam organisasi teroris asing, penyerangan, perampasan kebebasan, membantu dan bersekongkol dalam pemerkosaan, perbudakan, dan penganiayaan berbasis agama dan gender sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
 
Sejak 2015 dan seterusnya, pasangan itu memperbudak wanita dan gadis Yazidi yang ditangkap oleh Daesh (nama lain dari ISIS) saat memperluas apa yang disebut kekhalifahan di seluruh Irak dan Suriah.
 
Yazidi, yang dianggap sesat oleh ISIS, menjadi sasaran katalog pelecehan brutal. Laki-laki sering langsung dibunuh dan perempuan dibunuh atau diperbudak.
 
Para penyintas sering menjadi sasaran tindakan kekejaman yang ekstrem, termasuk perbudakan seksual, penyiksaan dan eksekusi mati.
 
Lebih dari dua tahun, Sarah O. dan Ismail S. memperbudak tujuh wanita Yazidi, beberapa di antaranya dijual kepada orang lain. Salah satu korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun, yang meninggal saat ditawan.
 
“Sarah O. memukuli para tahanan dan membantu pelecehan seksual suaminya terhadap korban, membantu “mempersiapkan mereka” untuk pemerkosaan. Dia juga memaksa mereka bekerja sebagai budak di rumahnya,” laporan dari pengadilan.
 
Korban, yang identitasnya tetap disembunyikan di bawah hukum Jerman, mengatakan: “Tidak ada hukuman yang dapat menggantikan penderitaan kami, tetapi saya sangat berterima kasih kepada Jaksa Federal Jerman dan pengadilan Jerman karena menyelidiki dan menjelaskan kejahatan yang dilakukan terhadap Yazidi, dan saya berharap lebih banyak negara akan mengikuti contoh yang baik ini.”
 
Amal Clooney dikenal aktif selama bertahun-tahun dalam mendorong keadilan bagi perempuan Yazidi yang tak terhitung jumlahnya. Mereka menjadi sasaran kengerian di tangan teroris ISIS.
 
Salah satu rekan Clooney yang mewakili wanita Yazidi di pengadilan Dusseldorf, Natalie von Wistinghausen, mengatakan: “Untuk pertama kalinya, pengadilan menjatuhkan hukuman atas penganiayaan berbasis agama dan gender, dan pengakuan ini sangat penting bagi klien kami. dan untuk semua perempuan Yazidi, untuk komunitas agama mereka secara keseluruhan, serta untuk korban kekerasan berbasis gender lainnya.”

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif