Staf medis menangani pasien covid-19 di Rumah Sakit Henri Mondor di Creteil, Prancis, 3 April 2020. (Foto: AFP)
Staf medis menangani pasien covid-19 di Rumah Sakit Henri Mondor di Creteil, Prancis, 3 April 2020. (Foto: AFP)

Jumlah Kasus dan Kematian Covid-19 di Prancis Lampaui Tiongkok

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 04 April 2020 13:03
Paris: Jumlah pasien meninggal akibat virus korona (covid-19) di Prancis bertambah 61 persen menjadi 6.507 dalam dua hari terakhir usai pemerintah memasukkan data kematian dari sejumlah panti jompo. Angka kasusnya juga bertambah 44 persen menjadi 82.165.
 
Lewat tambahan jumlah kasus dan kematian tersebut, Prancis telah melampaui Tiongkok -- negara pertama tempat pertama kalinya covid-19 muncul. Prancis kini menjadi negara kelima yang jumlah kasusnya di atas Tiongkok.
 
Menurut keterangan Direktur Kementerian Kesehatan Prancis Jerome Salomon, jumlah kasus covid-19 di sejumlah rumah sakit di seantero negeri telah bertambah 5.233 atau 9 persen pada Jumat kemarin. Total kasusnya disebut mencapai 64.338.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari TRT World, Salomon juga melaporkan total 17.827 kasus terkonfirmasi atau terduga covid-19 di sejumlah panti jompo pada Jumat kemarin. Angkanya hanya 14.638 satu hari sebelumnya.
 
Berdasarkan data yang dirangkum Universitas Johns Hopkins hingga Sabtu 4 April 2020, total kasus covid-19 di Prancis telah melewati 65 ribu dengan 6.520 kematian dan 14.135 pasien sembuh.
 
Pemerintah Prancis mulai memasukkan data kasus dan kematian akibat covid-19 dari sejumlah panti jompo sejak Kamis kemarin. Langkah tersebut merupakan respons atas gelombang kritik warga yang mempertanyakan mengapa Prancis hanya mencatat data kasus dan kematian yang terjadi di rumah sakit.
 
Sementara itu, secercah harapan mulai terlihat dari jumlah pasien baru covid-19 di Prancis. Angkanya hanya bertambah 263 pada Jumat kemarin, atau meningkat 4 persen. Beberapa hari sebelumnya, persentase lonjakan jumlah kasus selalu mencapai dua digit.
 
Namun Salomon menegaskan, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa puncak pandemi covid-19 telah terlewati.
 
"Jumlah orang yang masuk unit perawatan intensif belum turun, meski peningkatannya relatif melambat. Kami masih membutuhkan lebih banyak tempat tidur dan staf medis untuk menangani pasien," sebut Salomon.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif