Penumpang positif covid-19 dikeluarkan dari kapal pesiar Zaandam. Foto: AFP
Penumpang positif covid-19 dikeluarkan dari kapal pesiar Zaandam. Foto: AFP

Dua Kapal Pesiar Berisi Pasien Covid-19 Diizinkan Berlabuh di AS

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 03 April 2020 07:55
Miami: Pejabat di Florida, Amerika Serikat (AS) sepakat untuk mengizinkan dua kapal pesiar Holland America Line yang terdapat penumpang terinfeksi virus korona untuk berlabuh. Sebelumnya ada tarik ulur mengenai nasib izin berlabuh dari kedua kapal itu.
 
Kedua kapal akhirnya berlabuh di Fort Lauderdale, mengakhiri jalan buntu yang menarik perhatian Presiden Donald Trump. Ada kesepakatan dalam izin berlabuh dari kedua kapal pesiar tersebut.
 
“Perjanjian tersebut akan memungkinkan kapal pesiar Rotterdam dan kapal Zaandam berlabuh di Port Everglades di Fort Lauderdale setelah 27 hari di laut,” laporan NBC News, yang dikutip Channel News Asia, Jumat, 3 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Empat penumpang di Zaandam telah meninggal. Dua diantaranya meninggal setelah terinfeksi oleh virus korona,“ kata NBC.
 
Perwakilan untuk jalur pelayaran dan Broward County, yang berkuasa atas Fort Lauderdale, tidak menjelaskan kesepakatan tersebut.
 
Situs web pelabuhan menunjukkan kapal dijadwalkan berlabuh pada Kamis 2 April 2020, pukul 13:00 dan 13:30 waktu setempat. Zaandam membawa hampir 1.050 penumpang dan awak, sedangkan Rotterdam memiliki hampir 1.450 penumpang.
 
Sembilan orang yang diduga menderita covid-19, penyakit pernapasan yang berpotensi mematikan yang disebabkan oleh virus korona, akan ke rumah sakit Kesehatan Broward. Sementara warga negara asing akan naik bus langsung ke bandara sebelum terbang dengan pesawat sewaan kembali ke negara asal mereka.
 
“Empat puluh lima penumpang yang sakit parah akan tetap berada di pesawat,” sebut NBC.
 
Kesepakatan itu muncul setelah Trump awal pekan ini mendesak gubernur negara bagian Florida mengakhiri penolakan untuk menerima kapal.
 
Gubernur Ron DeSantis awalnya menentang kedatangan kapal-kapal itu di negaranya, dan mengatakan kepada Fox News awal pekan ini bahwa dia tidak ingin penumpang ‘dibuang’ di Florida selatan.
 
Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci mendesak agar penumpang diturunkan dari kapal sesegera mungkin untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus yang sangat menular.
 
"Anda harus merawat orang-orang yang sakit. Anda hanya memiliki kewajiban untuk melakukan itu. Dan secepat mungkin. Anda harus membuat orang-orang yang tidak sakit, yang tidak terinfeksi, keluar dari kapal," Dr. Anthony Fauci mengatakan kepada ‘CBS This Morning’, pada Kamis tepat sebelum kesepakatan dilaporkan.
 
"Ini benar-benar perlu dilakukan sebelum Anda mendapatkan penyebaran infeksi lebih lanjut," tambah Fauci.
 
Anggota Senat AS dari Florida, Donna Shalala mengatakan pada Kamis sebelumnya bahwa tidak bermoral untuk tidak menerima penumpang kapal pesiar.
 
"Kami orang Amerika tidak mengusir orang. Kami pernah melakukannya dan memalukan. Kami memalingkan pengungsi Yahudi, pengungsi Yahudi yang putus asa (selama era Nazi Jerman). Kami tidak akan pernah pulih dari rasa malu itu,” jelas Shalal.
 
Keith Kobler, seorang penumpang di salah satu kapal bersama dengan istrinya Doris, mengatakan kepada NBC bahwa mereka sadar bahwa negara itu telah mengalami perubahan besar selama sebulan terakhir ketika virus korona menyebar ke seluruh negeri.
 
"Mungkin akan aneh bagi kita," pungkasnya kepada NBC.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif