Bantuan medis darurat Amerika Serikat tiba di India. Foto: AFP.
Bantuan medis darurat Amerika Serikat tiba di India. Foto: AFP.

Bantuan Darurat Medis Perdana AS Tiba di India

Internasional Amerika Serikat India Virus Korona covid-19 pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 30 April 2021 14:52
New Delhi: Bantuan darurat dari Amerika Serikat tahap pertama sudah tiba di India. Bantuan tersebut membawa lebih dari 400 tabung oksigen dan peralatan rumah sakit lainnya.
 
Selain membawa tabung oksigen, pesawat pengangkut militer AS, Super Galaxy juga membawa peralatan rumah sakit lainnya serta hampir 1 juta alat tes virus korona (covid-19) cepat.
 
"Amerika Serikat mengirimkan pasokan senilai lebih dari USD100 juta (setara Rp1,4 triliun) dalam beberapa hari mendatang sebagai bantuan mendesak kepada India," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, dilansir dari AFP, Jumat, 30 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bantuan ini terbang dari pangkalan militer Travis di California. Bantuan tiba menyusul pembicaraan pekan ini antara Presiden Joe Biden dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
 
Pejabat AS mengatakan penerbangan khusus akan tiba pekan depan. Penerbangan ini membawa peralatan yang disumbangkan oleh perusahaan dan individu.
 
Baca juga: AS Tingkatkan Upaya Pengiriman Bantuan Oksigen untuk India
 
Jepang menjadi negara terbaru yang menawarkan bantuan ke India. Mereka mengumumkan akan mengirim sekitar 300 konsentrator oksigen dan 300 ventilator ke India.
 
"Jepang mendukung India, teman dan mitra kami, dalam upayanya memerangi pandemi virus korona melalui bantuan darurat tambahan ini," kata Kementerian Luar Negeri Jepang.
 
Sejauh ini sudah lebih dari 40 negara berkomitmen mengirimkan bantuan medis penting, terutama pasokan oksigen. 
 
Pasokan tersebut mencakup hampir 550 pabrik penghasil oksigen, lebih dari 4.000 konsentrator oksigen, 10.000 tabung oksigen, serta 17 kapal tanker kriogenik.
 
"Ratusan ribu dosis vaksin covid-19 serta bahan baku pembuatannya dan obat-obatan juga dikirimkan," seru Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla.
 
Saat ini India mencatat kasus infeksi harian lebih dari 370 ribu kasus, menjadikannya kasus harian tertinggi di dunia. Lebih dari 3.600 kematian juga dilaporkan akibat virus tersebut.
 
(WAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif