Seorang Yahudi Ortodoks beraktivitas di New York, AS. (AFP)
Seorang Yahudi Ortodoks beraktivitas di New York, AS. (AFP)

Kasus Covid-19 di Wilayah Yahudi New York Meningkat

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 29 September 2020 08:30
New York: Rata-rata kasus positif virus korona (covid-19) di New York, terutama di wilayah Yahudi Ortodoks, meningkat. Dari total 52.936 tes yang dilakukan pada Minggu kemarin, 834 positif, atau berkisar 1,5 persen.
 
Sebelum dilakukannya tes pada Minggu 27 September, angka rata-rata positif covid-19 di New York, Amerika Serikat, hanya satu persen.
 
New York pernah menjadi episentrum covid-19 di AS sepanjang musim semi, dengan 23.800 kasus per Maret lalu. Namun dalam beberapa pekan terakhir, otoritas New York mencatat rata-rata kasus positif terendah dibanding beberapa kota besar lainnya di AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski rata-rata 1,5 persen masih terbilang rendah, angka tersebut menimbulkan kekhawatiran otoritas kesehatan New York, terutama untuk wilayah Brooklyn yang banyak dihuni kelompok Yahudi Ortodoks.
 
Di beberapa wilayah Yahudi Ortodoks di New York, rata-rata infeksinya meningkat hingga lima atau enam persen. Angka tersebut terkait dengan hari libur Yom Kippur yang berakhir pada Senin kemarin.
 
Selain Brooklyn, Gubernur New York menyebutkan Rockland County dan Orange County sebagai dua wilayah Yahudi Ortodoks yang menunjukkan peningkatan rata-rata kasus positif covid-19.
 
Dilansir dari AFP, Selasa 29 September 2020, peningkatan kasus covid-19 ini terjadi saat New York bersiap menerapkan kembali pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah.
 
Otoritas New York mengingatkan bahwa mereka akan menginspeksi sejumlah sekolah swasta, termasuk yang bernuansa religius Yahudi. Sanksi akan dijatuhkan ke sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan covid-19, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak sosial (social distancing).
 
AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Selasa ini, total kasusnya sudah melampaui 7,1 juta dengan 205 ribu lebih kematian dan 2.794.608 pasien sembuh.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif