PM Armenia Nikol Pashinyan/AFP.
PM Armenia Nikol Pashinyan/AFP.

PM Armenia Tuding Militer Rencanakan Kudeta

Internasional kudeta konflik armenia-azerbaijan Armenia
Marcheilla Ariesta • 26 Februari 2021 01:30
Yerevan: Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan menuding militer bergerak untuk melakukan kudeta. Pernyataannya menyiratkan krisis politik di negara itu semakin memanas.
 
"Militer tidak bisa ikut campur dalam proses politik. Militer seharusnya mengabdi pada rakyat dan kepemimpinan politik yang dipilih oleh masyarakat," katanya dilansir dari The Guardian, Kamis, 25 Februari 2021.
 
Pashinyan menghadapi seruan untuk mundur sejak November 2020. Ia dinilai sangat buruk dalam menangani konflik enam pekan antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan jurnalis yang berkuasa dalam revolusi damai pada Mei 2018, telah menolak seruan untuk mundur meskipun ada protes dari oposisi. Dia mengatakan dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi, tetapi sekarang perlu memastikan keamanan negaranya.
 
"Manajemen yang tidak efektif dari pihak berwenang saat ini dan kesalahan serius dalam kebijakan luar negeri telah menempatkan negara di ambang kehancuran," kata militer dalam sebuah pernyataan.
 
Dua mantan Presiden Armenia, Robert Kocharyan dan Serzh Sarksyan, merilis pernyataan yang meminta orang-orang Armenia untuk memberikan dukungan terhadap militer.
 
Sementara itu Pashinyan meminta pengikutnya berkumpuldi pusat Yerevan untuk mendukungnya. Dia mengatakan penting untuk menghindari konfrontasi meskipun ketegangan meningkat.
 
"Bahaya kudeta bisa dikendalikan, kita tidak memiliki musuh di dalam Armenia. Kita hanya memiliki saudara laki-laki dan perempuan," pungkasnya.
 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif