Dewan Bisnis Argentina-Indonesia atau DBAI dibentuk di Buenos Aires pada 17 Juni 2021. (KBRI Buenos Aires)
Dewan Bisnis Argentina-Indonesia atau DBAI dibentuk di Buenos Aires pada 17 Juni 2021. (KBRI Buenos Aires)

KBRI Buenos Aires Bentuk Dewan Bisnis Argentina-Indonesia

Internasional argentina Indonesia-Argentina
Willy Haryono • 19 Juni 2021 12:04
Buenos Aires: KBRI Buenos Aires menggandeng pengusaha Argentina untuk mendirikan Dewan Bisnis Argentina-Indonesia (DBAI) yang bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku usaha Indonesia melebarkan sayap ke pasar Argentina.
 
Penandatanganan Pakta Pendirian DBAI dilakukan di KBRI Buenos Aires pada Kamis, 17 Juni, Duta Besar RI Niniek Kun Naryatie dan sejumlah pebisnis terkemuka Argentina yakni Carlos M.H. Rosales dan Gabriel I. Rosales dari Grup Garbarino, Maria Veronica Blanco dari Credifrut Cooperativa, Jose Luis Serna dari Femedical, and Gabriel Enriquez dari Radio Estereo.
 
DBAI berbeda dengan kamar dagang umumnya yang dibentuk untuk mencari keuntungan. DBAI berfungsi sebagai katalis dalam menghubungkan kontak bisnis dan asosiasi di Argentina yang berjumlah cukup banyak, namun beroperasi secara nirlaba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dubes Niniek menyatakan bahwa momentum pendirian DBAI sangat tepat karena sejak 2019, Amerika Latin dan Karibia mendapat perhatian khusus dari Indonesia terkait peningkatan perdagangan dan investasi. Apalagi, tahun ini hubungan diplomatik kedua negara telah mencapai usia 65 tahun.
 
Sayangnya, kendati Argentina merupakan mitra dagang kedua terbesar di kawasan Amerika Selatan, produk Indonesia masih belum banyak ditemui, apalagi perusahaan Indonesia. Untuk itu, KBRI terus berupaya menghubungkan pengusaha di kedua negara untuk menggali potensi bisnis yang bisa digarap. Pembentukan DBAI adalah salah satu dari sedikit upaya KBRI untuk mewujudkannya.
 
"DBAI akan menjadi fasilitator bagi pebisnis Indonesia yang mencari peluang baru di Argentina, di sisi lain, Argentina dapat memperoleh akses terhadap produk-produk unggulan Indonesia. Dengan cara ini, kedua negara bisa mendapatkan keuntungan ekonomi," papar Dubes Niniek, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id pada Sabtu, 19 Juni 2021.
 
Mewakili para pendiri DBAI, Carlos M.H. Rosales menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa KBRI Buenos Aires atas terwujudnya capaian ini. "Kami ingin membuka kerja sama yang luas tidak hanya dalam hal perdagangan dan investasi, tetapi lebih dari itu, untuk kerja sama teknologi, budaya, dan olah raga," pungkasnya.
 
Baca:  Komite ASEAN ACBA Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Argentina
 
Pada kesempatan tersebut, Dubes Niniek juga mengajak para pendiri DBAI untuk berpartisipasi dalam Indonesia Latin America and the Carribbean (INA-LAC) Business Forum 2021 untuk mengembangkan bisnis dan mengenal produk-produk unggulan Indonesia.
 
Sejumlah produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang terpampang di pojok pameran KBRI "Rincon de Indonesia" turut diperkenalkan kepada para pendiri DBAI. Di dalamnya terdapat mi instan dari Mayora, minuman herbal Mustika Ratu, kopi Mandailing Java Negra, dan obat-obatan dari Kimia Farma agar dapat dicarikan potensi bisnis dengan perusahaan atau distributor di Argentina.
 
Pelaku usaha Indonesia yang ingin terhubung dengan DBAI dapat menghubungi Manajer DBAI, Daniel Villalón, via email ke alamat [email protected] dan [email protected] 

Indonesia: Spice Up the World

Selain melakukan pendirian DBAI, Dubes Niniek juga meluncurkan kampanye gastrodiplomasi KBRI Buenos Aires, "Indonesia: Spice Up the World." Kampanye ini merupakan bagian dari upaya nasional memperkenalkan rempah-rempah dan kuliner Indonesia ke berbagai belahan dunia.
 
Melalui program ini, KBRI Buenos Aires mendorong pengusaha katering makanan Indonesia yang ada di Argentina untuk mengembangkan bisnisnya. Beberapa dari mereka yang telah memiliki basis peminat yang cukup banyak di Argentina, diperkenalkan kepada anggota DBAI.
 
"Menu rendang dan risoles yang anda nikmati di acara phari ini dibuat khusus dan dapat dipesan kapan saja," ujar Dubes Niniek kepada anggota DBAI sambil mengenalkan diaspora Indonesia yang memiliki usaha katering makanan Indonesia.
 
Rudi Henryadi, pemilik dapur Ru’s Kitchen, menyambut baik dukungan KBRI yang diberikan kepada usahanya. "Kami sangat gembira atas dukungan KBRI karena hingga kini masih banyak masyarakat Argentina yang belum mengenal apa saja masakan dari Indonesia," tuturnya.
 
Dewi Daryana dari dapur IndoDewi pun menyampaikan hal senada. Dirinya menyatakan bahwa dukungan yang diberikan akan menambah banyak jumlah orang Argentina yang tertarik mencicipi hidangan Indonesia.
 
Ke depan, program "Indonesia: Spice Up the World" juga akan ditayangkan di kanal Youtube KBRI Buenos Aires @IndonesiainBA, dengan harapan publik Argentina dapat mengenal lebih dekat ragam bumbu dan hidangan khas Indonesia, dan tertarik untuk meraciknya sendiri di rumah.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif