Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP

Biden: AS Tidak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Halang Rusia

Internasional Amerika Serikat rusia joe biden Rusia-Ukraina
Medcom • 09 Desember 2021 11:23
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, menempatkan pasukan AS di Ukraina guna mencegah potensi invasi Rusia
 
Pemimpin AS berusia 79 tahun tersebut menambahkan, ia akan mengumumkan pertemuan dengan Rusia dan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lainnya dalam beberapa hari.
 
Baca: Ukraina Sebut Dialog Biden-Putin Mampu Turunkan Ketegangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari TRT World, Kamis, 9 Desember 2021, Biden menjelaskan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih AS pada Rabu, AS memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membela sekutu NATO, jika mereka diserang. Namun, kewajiban itu tidak mencakup Ukraina.
 
“Itu tidak ada di atas meja,” kata Biden saat ditanya apakah pasukan AS akan digunakan untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina.
 
“Itu akan tergantung pada apa yang ingin dilakukan oleh negara-negara NATO lainnya,” ujar Biden.
 
“Tetapi gagasan bahwa AS akan menggunakan kekuatan secara sepihak untuk menghadapi Rusia yang menginvasi Ukraina tidak dalam kartu sekarang,” tutur Biden.
 
Pada saat yang sama, Biden mengatakan, AS, sekutunya, dan Rusia dapat duduk untuk melakukan pembicaraan guna membahas keluhan Rusia terkait ekspansi NATO.
 
“Kami berharap pada Jumat kami akan dapat mengatakan, mengumumkan kepada kalian bahwa kami mengadakan pertemuan di tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya dengan kami, tetapi dengan setidaknya empat sekutu utama NATO kami, dan Rusia untuk membahas masa depan NATO. Kekhawatiran Rusia relatif terhadap NATO tertulis besar dan apakah kami dapat menemukan akomodasi apa pun yang berkaitan dengan menurunkan suhu di sepanjang front timur (di Ukraina),” jelas Biden.
 
Biden menyatakan, ia telah menjelaskan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin selama hampir dua jam pertemuan virtual pada Selasa, bahwa akan terdapat konsekuensi ekonomi seperti sebelumnya jika Rusia menginvasi Ukraina.
 
Biden mengatakan, ia yakin Putin mendapatkan pesannya. “Tidak ada kata-kata kasar,” ucap Biden.
 
“Saya membuatnya sangat jelas: jika pada kenyataannya, ia menginvasi Ukraina, akan ada konsekuensi yang parah, konsekuensi yang parah, konsekuensi ekonomi yang belum pernah ia lihat atau pernah dia lihat,” terangnya.
 
Gedung Putih AS mengatakan setelah panggilan Biden pada Selasa, presiden tidak membuat konsesi kepada Putin, yang khawatir tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan NATO.
 
Putin pun telah menuntut jaminan bahwa NATO tidak akan memperluas lebih jauh ke timur. Kremlin diketahui membantah memiliki niat untuk menyerang Ukraina dan mengatakan, penumpukan pasukannya bersifat defensif. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif