Warga Myanmar hendak membakar bendera ASEAN dalam sebuah demo. Foto: AFP
Warga Myanmar hendak membakar bendera ASEAN dalam sebuah demo. Foto: AFP

AS Kecam Pengumuman Pemilu dari Junta Myanmar, Desak ASEAN Segera Bertindak

Internasional Amerika Serikat Myanmar asean aung san suu kyi ASEAN-AS Kudeta Myanmar Protes Myanmar
Yogi Bayu Aji • 03 Agustus 2021 06:58
Washington: Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Senin 2 Agustus bahwa junta Myanmar mengulur waktu dengan mengumumkan pemilihan umum dua tahun ke depan. Sementara Menteri Luar Negeri Antony Blinken mendorong ASEAN untuk menunjuk seorang utusan.
 
Blinken berpartisipasi secara virtual dalam pembicaraan yang melibatkan para menteri luar negeri ASEAN. Ini menjadi tawaran terbaru oleh pemerintahan Presiden Joe Biden untuk melibatkan suatu kawasan di garis depan persaingan AS dengan Tiongkok.
 
Baca: Militer Myanmar Janjikan Pemilu pada Agustus 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menjelang pembicaraan ASEAN, kepala junta Myanmar berjanji untuk mengadakan pemilihan dan mencabut keadaan darurat pada Agustus 2023. Ini memperpanjang batas waktu awal yang diberikan ketika militer menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta 1 Februari.
 
“Pengumuman itu adalah seruan bagi ASEAN untuk meningkatkan upayanya karena jelas bahwa junta Burma (Myanmar) hanya mengulur waktu dan ingin terus memperpanjang kalender demi keuntungannya sendiri", kata seorang pejabat senior AS, yang menggunakan nama lama Myanmar yaitu Burma.
 
"Semakin banyak alasan mengapa ASEAN harus terlibat dalam hal ini serta menjunjung tinggi ketentuan konsensus lima poin yang juga ditandatangani Myanmar,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Selasa 3 Agustus 2021.
 
Pimpinan Junta Min Aung Hlaing menghadiri pertemuan dengan anggota ASEAN mengenai krisis pada April yang mengarah pada apa yang disebut pernyataan konsensus yang menyerukan segera diakhirinya kekerasan dan utusan khusus regional.
 
Namun pemimpin junta kemudian menjauhkan diri dari pernyataan itu, tidak ada utusan yang ditunjuk dan lebih dari 900 orang dilaporkan tewas dalam penumpasan enam bulan terhadap perbedaan pendapat.
 
ASEAN tidak dikenal karena pengaruh diplomatik kolektifnya dan pertemuan-pertemuannya sering mengadu Amerika Serikat dan Tiongkok satu sama lain saat mereka mencari pengaruh.
 
Pejabat AS mengatakan Blinken akan membahas ‘pemaksaan’ Beijing terhadap negara-negara ASEAN di Laut China Selatan yang penuh sengketa dan juga menyoroti masalah hak asasi manusia di Tiongkok.
 
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengunjungi Asia Tenggara pekan lalu, di mana dia menyerang Laut China Selatan, dengan mengatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.
 
Sementara Wakil Presiden Kamala Harris berencana untuk mengunjungi mitra bersejarah AS yaitu Singapura serta Vietnam, yang telah bergerak semakin dekat dengan Washington meskipun ada kenangan perang.
 
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi diperkirakan akan bertemu langsung dengan Blinken di Washington. Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Wendy Sherman sebelumnya mengunjungi Indonesia dan Thailand serta Kamboja - yang sering dianggap sebagai negara ASEAN yang paling pro-Beijing.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif