Yayasan Rumah Angklung Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Casa Milan, markas AC Milan. (Kemenlu RI)
Yayasan Rumah Angklung Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Casa Milan, markas AC Milan. (Kemenlu RI)

Angklung Bergema di Markas AC Milan

Willy Haryono • 18 Mei 2022 06:48
?Milan: Yayasan Rumah Angklung Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Casa Milan, Markas Klub Sepak Bola ternama Italia "AC Milan" pada 12 Mei 2022. Para musisi Rumah Angklung memainkan dua lagu pop dengan aransemen alunan angklung berjudul “Rossoneri / The Red and Black" yang merupakan 'lagu kebangsaan' para pendukung AC Milan.
 
Turut dimainkan juga lagu “Milano Siamo Noi / We are Milan" yang diciptakan oleh Arif Sarifudin, pendiri Rumah Angklung Indonesia pada tahun 2021 sebagai hadiah spesial untuk AC Milan yang dapat kembali masuk kompetisi Liga Champion setelah absen selama 7 tahun.
 
"Saya sangat tertarik dengan keunikan angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Musik Anda, kostum dan seluruh pertunjukan Anda sangat mengesankan," Direktur Marketing AC Milan, Peter Morgan, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Senin, 16 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Peter Morgan menyatakan bahwa melalui aransemen lagu Rossoneri dan lagu Milano Siamo Noi dengan alat musik angklung, Manajemen AC Milan memberikan apresiasi tinggi atas dukungan para musisi Indonesia untuk klub sepak bola AC Milan yang telah memperluas global outreach klub sepak bola tersebut dengan lebih dari 20 juta supporter di seluruh dunia. 
 
Pertunjukan musisi Rumah Angklung Indonesia juga mendapatkan kejutan dengan kedatangan dua pemain sepak bola legendaris AC Milan, Daniele Massaro dan Franco Baressi yang sangat terkesan dengan pertunjukan Tim Rumah Angklung.
 
"Kami merasakan energi yang luar biasa melalui musik kalian. Terima kasih untuk semangatnya terhadap AC Milan", ucap Baresi yang merupakan pemain AC Milan dengan masa kejayaan di tahun 90-an. Tak lupa, kedua pesepakbola senior tersebut menandatangani angklung dan jersey otentik mereka untuk Milanisti Indonesia.
 
Tanpa melupakan akar budaya Indonesia, para musisi Rumah Angklung mengenakan kostum panggung dari kain tenun lurik tradisional Indonesia bewarna merah dan hitam yang senada dengan seragam tim AC Milan dan penambahan sentuhan batik motif angklung khas Rumah Angklung. Kostum tersebut dibuat dengan kerja sama dari “Apikmen" salah satu UMKM batik dan wastra Indonesia.
 
Presiden Milanisti Indonesia, Arrival, menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan pertunjukkan angklung di Studio Milan TV, Casa Milan dan menyampaikan harapan untuk membangun komunikasi yang lebih dalam dengan Manajemen AC Milan guna meningkatkan kerja sama Indonesia dengan AC Milan.
 
KBRI Roma senantiasa mendukung kerja keras keras, kontribusi aktif dan daya upaya positif dari seluruh seniman Indonesia untuk meningkatkan promosi budaya dan kesenian khususnya bagi musik tradisional Indonesia untuk semakin mendunia.
 
Diplomasi seni dan budaya, dalam hal ini pertunjukkan angklung di Casa Milan, telah semakin memperkenalkan Indonesia melalui jaringan fan base penggemar sepak bola di seluruh dunia serta meningkatkan citra positif Indonesia di dunia.
 
Baca:  Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama Pemuda ASEAN dan Italia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif