Presiden Prancis Emmanuel Macron tak peduli dengan kecaman dari dunia Islam terkait kartun Nabi Muhammad. Foto: Sky News
Presiden Prancis Emmanuel Macron tak peduli dengan kecaman dari dunia Islam terkait kartun Nabi Muhammad. Foto: Sky News

Prancis Tegaskan Tak Takut dengan Amarah Erdogan

Internasional charlie hebdo Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron Recep Tayyip Erdogan
Fajar Nugraha • 29 Oktober 2020 07:00
Paris: Kecaman terhadap Presiden Emmanuel Macron dari dunia Islam dan terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak digubris Prancis. Mereka bahkan tetap membela kartun Nabi Muhammad atas dasar kebebasan berpendapat.
 
Baca: Ayatullah Ali Khamenei: Tindakan Macron Sangat Bodoh.
 
“Prancis akan melanjutkan perjuangannya melawan ekstremisme Islam meskipun ada kritik dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan tidak akan menyerah pada upaya destabilisasi dan intimidasi," kata Juru Bicara Pemerintah Prancis Gabriel Attal, Rabu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Prancis tidak akan pernah melepaskan prinsip dan nilai-nilainya," kata Attal setelah rapat kabinet, seperti dikutip Arab News, Kamis 29 Oktober 2020.
 
Ucapan Gabriel menggarisbawahi ‘persatuan Eropa yang kuat’ di balik pendiriannya melawan kekerasan Islam setelah pemenggalan seorang guru Prancis pada 16 Oktober. Guru sejarah, Samuel Paty, tewas saat berjalan pulang dari sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh seorang anak berusia 18 tahun setelah kampanye media sosial mengkritiknya karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada siswa selama pelajaran tentang kebebasan berbicara.
 
Pembunuhannya memicu luapan amarah di Prancis, yang telah menghadapi gelombang serangan teroris sejak pembantaian 12 orang pada Januari 2015 di kantor mingguan satir Charlie Hebdo.
 
Surat kabar tersebut, yang telah menarik kemarahan umat Islam di seluruh dunia setelah menerbitkan kartun yang mengejek Nabi Muhammad, menerbitkan ulang gambar tersebut September lalu untuk menandai pembukaan persidangan bagi tersangka kaki tangan dalam serangan Charlie Hebdo.
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan pembelaan yang kuat terhadap tradisi sekuler Prancis setelah pembunuhan Paty. Dia berjanji untuk menindak radikalisme Islam, khususnya dengan menutup masjid yang dicurigai mengobarkan ide-ide ekstremis.
 
Itu mendorong Erdogan untuk menuduh Macron secara tidak adil menargetkan komunitas Muslim Prancis, dan memicu pertengkaran diplomatik terbaru antara dua sekutu NATO dalam beberapa bulan terakhir.
 
Baca: Produk-Produk Prancis yang Masuk Daftar Boikot.
 
Charlie Hebdo semakin menyulut kritik Turki Rabu setelah memuat kartun halaman depan Erdogan yang menggambarkan dia minum bir hanya dengan menggunakan celana dalamnya, sambil mengangkat rok seorang wanita yang mengenakan jilbab untuk memperlihatkan bokong telanjangnya.
 
“Ooh, sang nabi!” kata karakter dalam karikatur itu. Sedangkan judulnya menyatakan "Erdogan: secara pribadi, dia sangat lucu".
 
(AZF)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif