Demonstran penentang rasisme berkumpul di Oslo, Norwegia, dalam memprotes aksi kontroversial yang digelar oleh kelompok anti-Islam SIAN. (Foto: AFP)
Demonstran penentang rasisme berkumpul di Oslo, Norwegia, dalam memprotes aksi kontroversial yang digelar oleh kelompok anti-Islam SIAN. (Foto: AFP)

Perobekan Alquran dalam Aksi Demo Norwegia Berujung Bentrok

Internasional alquran norwegia
Willy Haryono • 01 September 2020 10:21
Oslo: Sebuah kelompok anti-Islam asal Norwegia menggelar aksi protes di kota Oslo pada akhir pekan kemarin, yang diwarnai aksi perobekan beberapa halaman kitab suci Alquran. Aksi kontroversial itu berakhir usai terjadinya bentrokan antar demonstran anti-Islam dan kelompok warga yang mengecam aksi perobekan Alquran.
 
Dikutip dari laman Wion, Senin 31 Agustus 2020, unjuk rasa di depan gedung parlemen di Oslo digelar grup anti-Islam bernama Stop Islamisation of Norway (SIAN). Beberapa aksi mereka sebelumnya juga telah berujung bentrok dengan sejumlah grup lain atau kelompok politik tandingan.
 
Polisi dalam jumlah besar bersiaga di sekitar lokasi demo. Aksi protes meningkat menjadi bentrokan usai seorang perempuan merobek beberapa halaman Alquran. Tidak hanya merobek, perempuan itu juga terlihat meludahi Alquran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekelompok pengunjuk rasa yang marah melihat perobekan Alquran langsung melewati perimeter polisi dan mencoba menyerang kelompok anti-Islam. Polisi bergegas mengintervensi bentrokan, yang berujung pada terlukanya satu orang dan penangkapan terhadap beberapa lainnya.
 
Sebelum terjadi bentrokan, unjuk rasa SIAN berlangsung relatif damai selama dua jam. Para pendukung anti-Islam menyuarakan yel-yel, bernyanyi, dan mendengarkan orasi pemimpin SIAN, Lars Thorsen. Dalam orasinya, Thorsen menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai "nabi palsu."
 
Barikade polisi telah dipasang di sekeliling lokasi protes untuk mencegah kedatangan demonstran tandingan. Namun karena barikade itu diterobos, petugas keamanan menggunakan semprotan merica ke arah beberapa pengunjuk rasa.
 
Setelah perobekan Alquran dan bentrokan berakhir, keseluruhan acara berakhir. Para aktivis SIAN digiring polisi keluar dari area gedung parlemen, sementara demonstran tandingan tetap diizinkan di lokasi.
 
Sebelumnya, bentrokan serupa telah terjadi di kota Malmo, Swedia, yang dipicu pembakaran Alquran oleh grup anti-Islam.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif