Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

FBI Tuduh Tiongkok Berupaya Curi Penelitian Vaksin Korona AS

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 12 Mei 2020 11:46
Washington: Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dan ahli keamanan siber percaya para peretas Tiongkok berusaha mencuri penelitian tentang pengembangan vaksin melawan virus korona. Ini menjadi tuduhan baru terhadap Tiongkok terkait wabah covid-19.
 
The Wall Street Journal dan The New York Times melaporkan, FBI dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri berencana untuk mengeluarkan peringatan tentang peretasan Tiongkok ketika pemerintah dan perusahaan swasta berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk covid-19.
 
“Para peretas juga menargetkan informasi dan kekayaan intelektual tentang perawatan dan pengujian untuk covid-19. Para pejabat AS menuduh para peretas itu terkait dengan pemerintah Tiongkok,” kata laporan kedua media AS itu, dikutip The Star, Selasa, 12 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peringatan resmi diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari.
 
Di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menolak tuduhan itu. Zhao mengatakan Tiongkok dengan tegas menentang semua serangan dunia maya.
 
"Kami memimpin dunia dalam pengobatan covid-19 dan penelitian vaksin. Adalah tidak bermoral untuk menargetkan Tiongkok dengan rumor dan fitnah tanpa adanya bukti," tegas Zhao.
 
Peringatan itu akan menambah serangkaian tuduhan dan laporan yang menuduh para peretas yang didukung pemerintah di Iran, Korea Utara, Rusia, dan Tiongkok melakukan kegiatan jahat terkait pandemi. Kejahatan itu mulai dari memicu berita palsu hingga menargetkan pekerja dan ilmuwan.
 
The New York Times mengatakan, tuduhan peretasan ini bisa menjadi awal serangan balik yang disetujui secara resmi oleh agen-agen AS yang terlibat dalam perang cyber, termasuk Komando Siber ??Pentagon dan Badan Keamanan Nasional.
 
Pekan lalu dalam sebuah pesan bersama, Inggris dan Amerika Serikat memperingatkan akan meningkatnya serangan dunia maya terhadap para profesional kesehatan yang terlibat dalam respons virus korona oleh penjahat terorganisir "yang sering dikaitkan dengan aktor negara lain".
 
Pusat Keamanan Siber ??Nasional Inggris dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Keamanan AS mengatakan, mereka telah mendeteksi taktik ‘penyemprotan kata sandi’ -,peretas yang mencoba mengakses akun melalui kata sandi yang biasa digunakan,- berskala besar yang ditujukan untuk badan kesehatan dan organisasi penelitian medis.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif